Salah satu ulama kharismatik Makassar, KH Sudirman, S.Ag meminta agar umat muslim tidak terjebak dalam perayaan malam tahun baru. Pasalnya kegiatan perayaan malam tahun baru tersebut, tidak ada kaitannya dengan syariat Islam.
“31 Desember ini tidak ada kaitannya dengan syariat Islam. Jadi saya ingatkan bagi kita sekalian umat muslim agar jangan terjebak pada perayaan malam tahun baru.” Ujar Kiai Sudirman Selasa, (31/12/2024).
Menurut founder sekaligus pembina Yayasan Tajdidul Iman itu, umat muslim punya cara sendiri untuk menghitung waktu. “Ya kita punya sejarah tersendiri dalam hal waktu dan punya peradaban sendiri dalam menggunakan waktu tersebut. Sehingga 31 Desember ini tidak ada kaitannya dengan syariat Islam. Tidak ada kaitannya dengan peradaban Islam. Kita punya tahun islam Hijriah sendiri.” Terang Kiai Sudirman.
Dalam sejarah tahun Hijriah, sambung Kiai Sudirman, tidak bisa dilepaskan dengan hijrahnya nabi Muhammad SAW dari Makkah ke Madinah. “Kita punya bulan al-Muharam sampai Zulhijjah dan itu bulan yang diakui oleh al-qur’an sebagaimana kata Qur’an “Sesungguhnya Allah memiliki hitungan angka itu 12 bulan dan 12 bulan itu ya adalah al-Muharam sampai Zulhijah” kata Kiai Sudirman.
Budaya yahudi nasrani, tambahnya akan menggema di malam pergantian tahun masehi, seperti meniup terompet, petasan dan kembang api, hingga menyalakan mercon merupakan tradisi yang tidak boleh kita ikuti.
“Itu tradisi Yahudi Nasrani, kita tidak boleh mengikutinya. Saya sedih kalau ada saudara-saudara kami yang muslim ikut juga merayakan tahun baru dengan berbagai macam tradisi Yahudi seperti meniup terompet, bakar kembang api hingga petasan, ini jelas keluar dari aqidah seperti yang diajarkan Rasulullah SAW” tegas Kiai Sudirman.
Dirinya juga meminta untuk tidak kumpul kumpul seperti bakar bakar jagung atau Ikan untuk niat menyambut malam tahun baru.
“Biasanya masyarakat kita sesudah shalat Isya, tanpa jelas tuntunannya melakukan acara ritual sambut tahun baru dengan bakar-bakar ikan dan jagung, ini sangat jelas bertentangan dengan apa yang diajarkan Rasulullah SAW, jadi mohon mulai sekarang, kita tidak usah sibuk-sibuk melaksanakan kegiatan tersebut” pintanya.
Kiai juga berharap agar kita memanfaatkan sisa waktu yang diberikan oleh Allah SWT dengan mengisi kebaikan. “Ada 10 ayat yang kami temukan dalam al-qur’an yang membuat manusia itu menangis. Kalau kita simpulkan dari 10 tangisannya itu ada satu yang dia tangisi, yakni gagal mereka menggunakan waktu atau kesempatan hidup yang diberikan Allah SWT kepada dirinya”
Kiai pun meminta agar kita umat muslim untuk banyak melakukan Muhasabah diri memanfaatkan waktu sebaik baiknya dengan melakukan amal ibadah yang baik.
“Mari kita merenung dan menangisi waktu kita yang terbuang percuma hanya untuk bergembira sesaat menghambur-hamburkan uang dan harta kita hanya untuk kegiatan seremoni tahun baru masehi yang tidak ada tuntunannya. Semoga Allah SWT menjauhkan kita dari perbuatan sia sia,” kunci Kiai Sudirman. (tim)






















