Saat membawakan Kajian Spesial “Fiqih Masjid” yang bertempat di masjid Agung Tajdidul Iman di dusun Mangempang desa Moncongloe Lappara, kabupaten Maros, Ahad 30/8/2026, pendiri sekaligus pembina Yayasan Tajdidul Iman, KH. Sudirman S.Ag, mengupas tentang keutamaan menjadi pengurus masjid.
“Berbahagialah Saudara-saudara yang masuk dalam kepengurusan Takmir Masjid, karena Allah SWT menegaskan bahwa takmir mesjid adalah orang beriman dan bukan orang musyrik sebagaimana disebutkanNya dalam firmanNya di qur’an surah At-Taubah ayat 17 dan 18.” Ungkap Kiai Sudirman dihadapan ratusan jamaah masjid tersebut.
Dalam ayat ini, sambung Kiai Sudirman, Allah SWT menegaskan bahwa tidaklah pantas orang-orang musyrik itu memakmurkan masjid-masjid Allah sedang mereka mengetahui bahwa mereka sendiri itu sebenarnya kafir.
“Dalam ayat ini, Allah SWT menegaskan, ada lima keutamaan bagi orang orang yang memakmurkan masjid-masjid-Nya. Pertama adalah orang-orang yang beriman kepada Allah. Kedua Tujuannya pasti hari kemudian (akhirat), Ketiga, pasti mereka menegakkan sholat, keempat, Mereka yang membayar zakat dan yang kelima mereka yang. tidak takut kepada (siapapun) kecuali hanya kepada Allah SWT.” Kata Kiai Sudirman.
Maka mereka inilah sambung Kiai, adalah orang-orang yang diharapkan termasuk golongan yang mendapat petunjuk (untuk menjadi pengurus masjid).
“Di dalam Islam, Al-Qur’an berfungsi sebagai Kamilun (pembawa kesempurnaan hidup) dan menegaskan bahwa menjaga amanah adalah ciri utama manusia yang Amin (terpercaya/memiliki integritas. Mereka inilah yang amanah kuat dan mampu berkompetisi dengan siapapun” tegas Kiai Sudirman.
Selain amanah, kata Kiai, maka pengurus masjid juga harus dibekali dengan kemampuan manajemen yang pintar dan cerdas. “Tidak ada yang dicari di sini (menjadi pengurus Masjid-red) kecuali amal shaleh untuk mendapatkan Ridhonya Allah SWT. Maka selain amanah, pengurusnya juga harus cerdas dalam mengelola masjid ini menjadi lebih baik.” Kunci Kiai Sudirman.
Kesimpulan Kajian Kiai Sudirman: Dengan mengamalkan petunjuk Al-Qur’an tentang amanah mengurus masjid, maka seorang Muslim akan bertransformasi menjadi pribadi yang Al-Amin (dapat dipercaya). Sikap ini tidak hanya mendatangkan kedamaian dan keharmonisan di dunia, tetapi juga jaminan kemuliaan di akhirat. (*)






















