Usai terselenggaranya kegiatan Rapat Koordinasi Pengurus Masjid Agung Tajdidul Iman Ahad, 30/8/2026, sejumlah pengurus masjid, panitia dan para jamaah nampak asyik menikmati suguhan yang berasal dari tanaman di sekeliling masjid yang terletak di dusun Mangempang, desa Moncongloe Lappara kabupaten Maros.
Berbagai tanaman tersebut seperti ubi, mangga, nangka dan lain sebagainya. “Ada banyak tanaman disekitar masjid yang bisa diolah menjadi makanan. Ini menjadi salah satu daya tarik masjid ini” ujar salah satu pengurus masjid Agung TI, HM. Sugiri.
Dari pantauan wartawan media ini, usai rakor tersebut, dilanjutkan dengan shalat dhuhur kemudian para tamu undangan menikmati makanan nasi dos yang telah disiapkan panitia. Namun sebelumnya, beberapa piring yang berisi ubi rebus hangat plus sambalnya, berjejer di depan para tamu. Sejumlah pembina, pengawas dan pengurus YTI Nampak asyik menikmati suguhan tersebut.
Uniknya, meski telah menyantap nasi dos plus ubi rebus, para jamaah juga asyik membuat rujak yang isinya berupa mangga dan mentimun, semuanya berasal dari pohon disekitar masjid tersebut.
“Luar biasa suasana kekeluargaan ini, semoga bisa menjadi awal dari kerja sama dan hubungan yang jauh lebih baik ke depannya untuk membangun masjid ini menjadi lebih baik.” Ungkap HM Sugiri.

Dalam kegiatan tersebut diawali Kajian Spesial “Fiqih Masjid” yang dibawakan langsung pendiri sekaligus pembina Yayasan Tajdidul Iman, KH. Sudirman S.Ag.
Dirinya mengupas tentang keutamaan menjadi pengurus masjid. “Berbahagialah Saudara-saudara yang masuk dalam kepengurusan Takmir Masjid, karena Allah SWT menegaskan bahwa takmir mesjid adalah orang beriman dan bukan orang musyrik sebagaimana disebutkanNya dalam firmanNya di qur’an surah At-Taubah ayat 17 dan 18.” Ungkap Kiai Sudirman dihadapan ratusan jamaah masjid tersebut. (*)




















