Ibadah tidak boleh dilakukan sembarangan karena harus berlandaskan dalil yang jelas dan sesuai tuntunan syariat. Hal tersebut diungkapkan salah satu ulama Makassar, KH Sudirman saat membawakan kajian Ahad pagi di kediamannya di jalan Rappokalling Timur Makassar, Ahad (6/9/2026) pagi.
Maka sebelum meninggal, Kiai Sudirman mengibaratkan perlunya persiapan pada diri setiap manusia yang digambarkan melalui sebuah koper yang ikut mengantar manusia menuju kehadirat-Nya.
“Maka masukkan yang baik baik (kedalam koper tersebut-red), rapikan koporta, jangan masukkan yang tidak penting, nanti pecah itu koporta, segera buang yang tidak penting, dan ganti dengan yang lebih baik” Ungkap Kiai Sudirman.
Kiai juga mengutip firman Allah SWT dalam quran surah Al Isra ayat 14 yang berbunyi Iqra Kitabaka Kafa Binafsika Al-Yawma Alayka Hasibaan yang memiliki arti agar kita menghisab diri kita (melakukan persiapan-red) sebelum kelak diri kita di hisab.
“Maka yang lebih penting adalah mempersiapan koper kita. Apa isinya, hanya kita yang tahu. Mulai dari bangun tidur hingga mau tidur lagi, rapikan koper kita. Sebab kelak banyak orang yang menangis karena kopernya ternyata berisi amalan yang sia sia. Habis waktunya untuk pekerjaan sia sia. Sehingga diperjalanan kopernya harus dibuang” urai Kiai Sudirman.
Sebaliknya kelak, banyak juga manusia yang nanti tersenyum melihat isi koper. “Ternyata segala keperluan yang dibutuhkan saat kelak kita berada di akhirat, ada semua berada di dalam koper. Nah jika sudah datang penjemput, Insya Allah kita siap, tentu dengan koper yang berisi segala kebaikan yang memang sangat kita butuhkan.” Tandas Kiai Sudirman.
Pembina sekaligus pendiri Yayasan Tajdidul Iman, itu juga membeberkan cara perlunya mengisi koper kita dengan amalan tersembunyi (amal sirr).
“Nah ini adalah amalan yang dilakukan secara ikhlas tanpa sepengetahuan orang lain. Amalan tersembunyi itu adalah salah satu kunci utama penutup usia yang baik (husnul khatimah). Maka saya sarankan kepada kita semua untuk memiliki amalan rahasia, yang hanya kita dengan Allah SWT saja yang tahu” kunci Kiai Sudirman dihadapan para jamaah Ikhwan dan akhwat yang memadati ruangannya. (*)





















