Firman Allah Subhanahu Wa Ta’ala:
فَمَنْ يَكْفُرْ بِالطَّاغُوتِ وَيُؤْمِنْ بِاللَّهِ فَقَدِ اسْتَمْسَكَ بِالْعُرْوَةِ الْوُثْقَى لَا انْفِصَامَ لَهَا وَاللَّهُ سَمِيعٌ عَلِيمٌ (256)…
… Barangsiapa yang ingkar kepada Thaghut dan beriman kepada Allah, Maka Sesungguhnya ia telah berpegang kepada buhul tali yang Amat kuat yang tidak akan putus. dan Allah Maha mendengar lagi Maha mengetahui. (QS. Al-Baqarah[2]: 256)
أَلَمْ تَرَ إِلَى الَّذِينَ أُوتُوا نَصِيبًا مِنَ الْكِتَابِ يُؤْمِنُونَ بِالْجِبْتِ وَالطَّاغُوتِ … (51)
Apakah kamu tidak memperhatikan orang-orang yang diberi bahagian dari Al kitab? mereka percaya kepada jibt dan thaghut… (QS. An-Nisa[4]: 51)
APA DAN SIAPA THAGHUT ITU???
Bagian 11
YANG DICINTAI KARENA DZATNYA SELAIN ALLAH
وَمِنَ النَّاسِ مَنْ يَتَّخِذُ مِنْ دُونِ اللَّهِ أَنْدَادًا يُحِبُّونَهُمْ كَحُبِّ اللَّهِ … (165)
Dan diantara manusia ada orang-orang yang menyembah tandingan-tandingan selain Allah; mereka mencintainya sebagaimana mereka mencintai Allah… (QS. Al-Baqarah[2]: 165)
- Penegasan Allah bahwa adanya manusia yang menyembah tandingan-tandingan selain Allah karena mencintai dzatnya selain karena Allah.
- Bolehnya menccintai sesuatu tetapi karena perintah Allah untuk mencintainya atau izin dari syariat dan kecintaannya kepada hal tersebut tidak menyamai atau mengalahkan cintanya kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala.
- Bolehnya mencintai penguasa, ulama, pemimpin partai, tanah air, suku, wanita, orang tua, anak, harta benda, dan sebagainya dengan syarat bukan karena dzatnya dan tidak menyamai apalagi melampaui batas cinta kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala.
- Di sisi orang yang bertauhid ada wala’ (loyalitas) dan bara’ (yang dimusuhi). Ditaati dan dicintai karena Allah, dimusuhi dan dibenci karena permusuhannya dalam kebenaran.
- Semua wala’ (loyalitas) dan bara’ (yang dimusuhi) karena dzatnya selain Allah seperti penguasa, ulama, pemimpin partai, tanah air, suku, wanita, orang tua, anak, harta benda, dan sebagainya termasuk dalam kategori thaghut.
Penulis: KH. Sudirman, S.Ag.
(Tokoh Muhammadiyah dan Pembina Yayasan Tajdidul Iman)






















