Firman Allah Subhanahu wa Ta’ala:
وَلَقَدْ أُوحِيَ إِلَيْكَ وَإِلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكَ لَئِنْ أَشْرَكْتَ لَيَحْبَطَنَّ عَمَلُكَ وَلَتَكُونَنَّ مِنَ الْخَاسِرِينَ (65)
Dan Sesungguhnya telah diwahyukan kepadamu dan kepada (nabi-nabi) yang sebelummu. “Jika kamu mempersekutukan (Tuhan), niscaya akan hapuslah amalmu dan tentulah kamu Termasuk orang-orang yang merugi. (QS. Az-Zumar[39]: 65)
Petunjuk-petunjuk dari Ayat di Atas:
- Seluruh amal perbuatan (amal shaleh) akan terhapus jika melakukan kesyirikan, itulah kerugian yang sebenarnya dan berhak mendapat siksaan dan hukuman. (Taisir al-karim ar-Rahman Fi Tafsir Kalam al-Manan — Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa’di)
- Sungguh segala amal kebaikan tidak akan diberi ganjaran berupa pahala walaupun sedikit dan pasti akan menjadi orang yang sangat merugi, yakni merugikan diri sendiri dan keluarganya pada hari kiamat kalau melakukan kesyirikan. (Aisar at-Tafaasir li al-Kalaami al-Aliyyi al-Kabiir — Syaikh Abu Bakar Jabir al-Jazairi)
- Telah diwahyukan kepada Nabi Muhammad dan nabi-nabi sebelum Nabi Muhammad dengan pesan yang sangat berharga yakni Perbuatan syirik merusak total amal shaleh. (Tafsir al-Qurthubi — Syaikh Imam al-Qurthubi)
- Dan sungguh telah diturunkan wahyu dari Tuhanmu dengan peringatan yang tegas, yaitu sungguh kemusyrikan terhadap Allah Subhanahu wa Ta’ala benar-benar membatalkan amal kebaikan yang pernah dilakukan, seperti silaturrahim, berbuat baik kepada kaum fakir, dan sekali-kali tidak akan mendapatkan satu pahala dan benar-benar tergolong orang yang merugi nasibnya di dunia dan di akhirat. (Tafsir al-Maraghi — Syaikh Ahmad Musthafa al-Maraghi)
- Allah sangat mewanti-wanti perbuatan syirik. Bahkan dimulai perkara itu oleh para nabi dan rasul padahal nabi dan rasul adalam manusia yang tidak pernah tersentuh oleh kemusyrikan. Wanti-wanti tersebut bertujuan untuk mengingatkan kaumnya agar hanya dzat Allah yang berhak diibadahi tidak dengan lainnya. Selanjutnya peringatan kemusyrikan ini dipertegas akan menghapus amal shaleh dan tertimpa kerugian besar. (Tafsir Fi Zhilalil Qur’an — Sayyid Quthb)
- Berhati-hatilah agar jangan sampai mempersekutukan Allah dengan apapun karena akan binasa dengan sebab hal itu. Kalimat tegas ini disampaikan oleh Allah bahwa kesyirikan akan menghapus semua amalan dan tidak akan mendapatkan balasan kecuali balasan mempersekutukan Allah (Hukuman). (Tafsir ath-Thabari — Imam ath-Thabari)
- Sungguh telah diwahyukan kepadamu wahai Rasul dan kepada para Rasul sebelummu, Bila kamu mempersekutukan Allah dengan sesuatu, niscaya amalmu akan batal dan kamu benar-benar termasuk orang-orang yang celaka lagi merugi di dunia dan di akhiratmu. Karena tidak ada amal shaleh yang diterima bersama syirik. (At-Tafsir al-Muyassar — Syaikh Shalih bin Abdul Aziz Alusy Syaikh & Syaikh Bakar Abu Zaid)
- Dalam ayat ini dan ayat-ayat yang semakna dengannya (QS. 6: 88, Al-Maidah[5]: 5) akan terhapus atau tercabut seluruh amal jika memiliki syarat penghapus salah satu syarat di sini yaitu berbuat syirik. (Tafsir Adhwa’ul Bayan — Syaikh Asy-Syanqithi)
- Telah diwahyukan kepada Nabi Muhammad dan kepada setiap nabi, “Jika kamu menyekutukan Allah dengan tuhan yang lain sengguh amal perbuatanmu akan terhapus dan sungguh kamu termasuk orang yang merugikan diri sendiri dan menyia-nyiakan dunia dan akhirat.” Ini yang menjadi dalil secara tegas bahwa kesyirikan menghapus amal perbuatan dan mengabaikannya menjadi debu yang beterbangan meskipun amal perbuatan itu baik menurutnya. (Tafsir Al-Wasith — Prof. Dr. Wahbah az-Zuhaili)
- Maka waspadalah!!! Jangan sampai kita menyekutukan sesuatu apapun kepada Allah baik ucapan maupun perbuatan sehingga amalan-amalan shaleh kita tidak bernilai sedikit pun, sungguh sebuah kerugian yang besar. (Penulis)
Penulis: KH. Sudirman, S.Ag.
(Tokoh Muhammadiyah dan Pembina Yayasan Tajdidul Iman)






















