Firman Allah Subhanahu wa Ta’ala:
وَمَا أُمِرُوا إِلَّا لِيَعْبُدُوا اللَّهَ مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّينَ حُنَفَاءَ وَيُقِيمُوا الصَّلَاةَ وَيُؤْتُوا الزَّكَاةَ وَذَلِكَ دِينُ الْقَيِّمَةِ (5)
Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama yang lurus, dan supaya mereka mendirikan shalat dan menunaikan zakat; dan yang demikian Itulah agama yang lurus. (QS. Al Bayyinah[98]: 5)
Juga firman-Nya:
وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْإِنْسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ (56)
Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku. (QS. Adz-Dzariyat[51]: 56)
Pesan-pesan dari Ayat di atas:
- Siapa saja yang tidak mengamalkan tauhid (beribadah) maka dia telah meruntuhkan agamanya, mematikan ruhnya, mengabaikan hak Allah terhadap hamba-Nya, telah menyia-nyiakan tujuan pokok Allah dalam menciptakan manusia, telah menolak kitab yang diturunkan Allah serta telah mendurhakai rasul yang semuanya telah mengajarkan kalimat tauhid.
- Tidak mengamalkan tauhid (beribadah) berarti mengingkari atau membatalkan janjinya kepada Allah.
- Syahadat tidak bermakna sekadar ucapan lisan saja sebagaimana kaum munafik, dan syahadat tidak berarti bagi orang musyrik meskipun sibuk beribadah tetapi mencampuradukkan ibadahnya kepada Allah dengan selain-Nya.
- Seseorang batal syahadatnya (kafir) dikarenakan meninggalkan amal seperti mengingkari shalat, mengingkari puasa, haji, zakat.
Diringkas dari:
1. Bunga Rampai Rukun Islam “Makna Dua Kalimat Syahadat” — Dr. Abdullah bin Abdurrahman al-Jibrin, Dr. Shalih bin Fauzan bin Abdullah al-Fauzan & Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz
2. Memurnikan Laa Ilaaha Illallaah — Syaikh Taqiyuddin Ahmad al-Muqrizi
3. Agar Syahadat Anda tidak Sia-sia — Abdul Man’im Masthafa
4. Kitab Tauhid “Memurnikan Laa Ilaaha Illallaah” — Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab
5. Syarah Aqidah Ahlus Sunnah wal Jamaah — Yazid bin Abdul Qadir Jawas
6. Kuraih Surga dengan Syahadat — Yuyu Wahyudin Kusnadi, Lc.
7. Al-Islam — Said Hawwa
8. Kitabut Tauhid — Dr. Shaleh bin Fauzan al-Fauzan
Penulis: KH. Sudirman, S.Ag.
(Tokoh Muhammadiyah dan Pembina Yayasan Tajdidul Iman)






















