Salah satu ulama kota Makassar, KH. Sudirman S.Ag diminta oleh Walikota Makassar, Munafri Arifuddin melalui kabag Kesra Mohammad Syarief untuk menjadi pemateri dalam kegiatan Bimbingan Dan Pelatihan Peningkatan Komepetensi Muballigh se Kota Makassar.
Peserta acara ini adalah para muballigh, serta beberapa Ormas Islam yang selama ini menerima Insentif dari Pemkot Makassar melalui Kesra dan dilaksanakan di salah satu hotel bintang empat jalan pasar Ikan Makassar, dari tanggal 18 hingga 24 Juni 2026.
Adapun dari 5 pemateri 4 diantaranya pernah menempuh pendidikan hingga jenjang S.3. Sementara Kiai Sudirman yang saat ini menjabat wakil ketua PDM Kota Makassar, menjadi salah satunya pemateri yang bertitel S.1.
Namun beberapa peserta menilai, Ilmu yang disampaikan Kiai Sudirman yang saat ini juga sebagai pembina dan pendiri Yayasan Tajdidul Iman, Setara bahkan lebih dari lulusan S3. Mereka menyampaikan kepuasannya dan menilai kiai Sudirman mampu mengajarkan para Dai untuk bijak dalam berdakwah di tengah tengah masyarakat.
“Beliau (Kiai Sudirman-red) membawa materi fiqih yang salah satu point pembahasannya disampaikan sangat arif dan bijaksana dalam menyikapi suata perkara, sehingga kami para muballigh diajar santun dalam menyampaikan suatu perkara kepada ummat” ujar salah satu peserta yang enggan disebut namanya.
Sumber tersebut mengurai bahasan Kiai Sudirman yang dianggapnya sangat bijaksana seperti masalah Maulid Nabi Muhammad SAW yang selama ini menjadi pro dan kontra di tengah tengah masyarakat.
“Kiai mengungkapkan, seorang Da’i atau muballigh harus melihat beberapa sudut sebelum menyampaikan dakwah kepada masyarakat. Misalnya pada Perayaan Maulid. Kata Kiai Sudirman, kalau dilihat dari sudut pandang Ibadah maka itu bid’ah yang haram untuk dilakukan. Tapi jika dilihat dari figih muamalahnya maka boleh boleh saja. Nah ini yang saya maksud, ajaran Kiai Sudirman tersebut sangat bijaksana untuk seorang dai dalam berdakwah” terang sumber tersebut,
Semetara itu, Kabag Kesra Makassar, Mohammad Syarief mengungkapkan kegiatan ini dilaksanakan untuk meningkatkan kompetensi, wawasan, dan kemampuan komunikasi dakwah para mubaligh agar mampu menjawab tantangan sosial dan keagamaan yang terus berkembang.
“Melalui penyampaian materi, diskusi interaktif, serta pembekalan dari narasumber yang berkompeten di bidang keagamaan dan kemasyarakatan, termasuk beliau Kiai Sudirman, peserta dibekali pengetahuan serta keterampilan yang relevan untuk mendukung pelaksanaan dakwah yang moderat, inklusif, dan berkelanjutan.” Katanya.
“Semoga kegiatan ini menjadi langkah nyata dalam melahirkan mubaligh yang profesional, berintegritas, dan mampu memberikan kontribusi positif bagi terwujudnya masyarakat Kota Makassar yang religius, unggul, aman, dan harmonis.” Tandasnya (*)




















