Bertempat di jalan Barawaja III Kelurahan Tammua Kecamatan Tallo Kota Makassar, Ahad (2/8/2026) pagi, pendiri sekaligus pembina Tajdidul Iman (TI) Kiai Sudirman, melaunching pemanfaatan halaman parkir TI untuk 5 unit ambulans, serta penerimaan wakaf 140 kursi tahap pertama dari salah satu donatur.
Dalam kegiatan yang turut dihadiri para ketua RW dan RT di kedua kelurahan Rappokalling dan Tammua, serta para tokoh masyarakat itu, Kiai Sudirman membeberkan pentingnya amal jariyah bagi kehidupan manusia. Amal ini kata kiai, kelak akan mengantarkan kita menuju ke surga-Nya.
“Amal jariyah sangat penting, karena hidup di dunia ini sangat singkat… sangat singkat pak..bu.. Namunn pahala dari amal ini akan terus mengalir meskipun seseorang telah meninggal dunia, maka saya mengajak kita semua untuk memberikan yang terbaik dari diri kita untuk digunakan dalam kegiatan amal agama, Insya Allah” ujar Kiai Sudirman dihadapan seratusan jamaah yang memadati lokasi tersebut.
Kiai-pun mencontohkan, dengan adanya pemberian kursi tersebut yang memang peruntukannya bagi warga dalam berbagai kegiatan sosial. Hal ini tentu saja menjadi amal jariyah bagi pewakaf (donatur yang memberikan kursi tersebut-red).
“Ini baru tahap pertama, kita menerima 140 kursi dari salah satu donatur. Masih ada kelanjutannya. Tentu kami berharap bantuan kursi tersebut dapat di manfaatkan warga untuk kegiatan kegiatan sosial. Dan saya menganggapnya sebagai amal jariyah” terang Kiai Sudirman.
Acara tersebut dilanjutkan Kiai dengan membawakan kajian bertajuk Menebar Kebaikan, membuka Pintu Manfaat. Kiai Sudirman-pun memaparkan 10 manusia terbaik menurut pandangan Rasulullah SAW.
“Intinya ada 10 manusia terbaik menurut Rasulullah SAW. Pertama, manusia yang bermanfaat bagi manusia, kedua memiliki akhlak yang mulia, ketiga baik akhlaknya dan menuntut ilmu. Semua ini berdasarkan hadist hadist shahih dari Rasulullah SAW” ungkap Kiai Sudirman.
Selanjutnya yang ke empat, sambung Kiai yang juga wakil ketua PDM Makassar itu, adalah mereka yang belajar dan mengajarkan Al-Quran. Kelima segera melunasi hutang, dan ke enam selalu diharapkan kebaikannya, serta ketujuh seorang suami yang baik terhadap istrinya.
“Adapun yang kedelapan, manusia terbaik dimata Rasulullah SAW adalah mereka yang panjang umurnya, namun diisi dengan perbuatan yang baik. Sedang kesembilan, manusia yang suka memberi makanan kepada orang lain. Dan kesepuluh yang baik dengan sahabat serta tetangganya” terang Kiai Sudirman.
Sementara itu, Wakil ketua Yayasan Tajdidul Iman, Ustad Awaluddin yang mengawali sambutannyannya mengucapkan banyak terima kasih kepada donatur, ketua RW dan RT, Tokoh Masyarakat dan para jamaah TI.
“Melalui kesempatan ini, atas nama pengurus Yayasan Tajdidul Iman kami mengucapkan banyak terima kasih kepada semua pihak yang ikut membantu hingga kegiatan ini dapat berjalan dengan baik dan lancar. Terima kasih pula kepada para donatur, ketua RW dan RT, para tokoh masyarakat dan seluruh jamaah TI, semoga Allah SWT membalas segala kebaikan yang diberikan.” Kunci ustad Awal.
Acara ditutup dengan santap siang bersama serta bersilaturrahmi, Nampak hadir, salah satu guru besar di Universitas Negeri Makassar. Prof. Dr. Patta Bundu, M.Ed. Dewan Pengawas TI, Nur Adzan, S.H., S.K.M., M.Kes. yang pernah bertugas sebagai kasie Perlindungan Sosial Korban Bencana Sosial Dinsos Sulsel serta beberapa tokoh lainnya. (tim)





















