Pemerintah Kota Makassar melalui kepala bagian Kesra Mohammad Syarif. kembali menunjukkan komitmennya dalam memperkuat tatanan nilai keagamaan di masyarakat. Langkah ini diwujudkan melalui pelaksanaan agenda strategis berupa Bimbingan dan Pelatihan Peningkatan Kompetensi Muballigh yang dilaksanakan selama 7 hari berturut turut.
Berkaitan hal tersebut, salah satu ulama Makassar, KH Sudirman, S.Ag, yang juga diamanahkan membawakan materi bersama 4 orang pemateri lainnya, mengungkapkan kekagumannya terhadap terobosan yang dilakukan Walikota dan Wakil Walikota Makassar melalui bagian Kesra dalam menempa para Muballigh penyampaian dakwah ke masyarakat.
Tujuan mendasar dari bimbingan kompetensi ini, kata Kiai Sudirman untuk melahirkan para mubalig yang mampu menyampaikan pesan-pesan keagamaan dengan narasi yang sejuk dan meneduhkan. Sehingga dengan kegiatan ini dapat meredam potensi konflik sosial dan radikalisme ditengah tengah masyarakat.
“Saya mengucapkan salut dan memberi apresiasi atas kegiatan yang baru pertama kali ini dilaksanakan dengan peningkatan kompetensi muballigh. Luar biasa, materinya dari pagi sampai shalat Ashar selama 7 hari. Dulu ada pelatihan guru mengaji dan imam masjid tapi waktunya cuma 5 hari. Ini yang paling lama” ungkap Kiai Sudirman usai membawakan materi di tempat tersebut, Selasa, (23/6/2026) sore.
Menurut kiai yang juga wakil ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah itu, acara ini dirancang sebagai wadah penyegaran sekaligus peningkatan kapasitas bagi para penyeru kebaikan di Kota Daeng.
“Para peserta, ditempa berbagai ilmu seperti pembinaan aqidah, ibadah, ilmu fiqih, ilmu tafsir dan tadabbur Alquran serta Hadis dan penerapannya. Materi inipun dibawakan langsung oleh para pemateri yang memiliki kredibilitas di bidangnya masing masing,” tambah Kiai yang juga pembina dan pendiri Tajdidul Iman.
Seperti diketahui program ini berjalan di bawah naungan visi besar Walikota Munafri Arifuddin, S.H. dan Wakil Walikota Aliyah Mustika Ilham, S.E., M.Ap. Keduanya yang dikenal melalui tagline MULIA menegaskan bahwa pembangunan mental spiritual warga merupakan prioritas utama yang harus mendapat perhatian.
Atas peran Mulia tersebut, Kiai Sudirman tak henti hentinya memberi apresiasinya sebagai wujud salud kepada kedua pemimpin tersebut.,
“Salut kepada pemkot Makassar yang terus berfikir menggenjot para muballigh sebagai ujung tombak sangat luar biasa, peserta semangat dan bergembira. Mudah mudahan kegiatan ini terus dapat dilaksanakan minimal setiap tahun.” Katanya.
Bimbingan dan Pelatihan Kompetensi Muballigh ini diharapkan tidak berhenti sebagai agenda seremonial tahunan belaka. Masyarakat luas menaruh harapan besar agar program pembinaan semacam ini bisa terus berlanjut secara berkala dan melahirkan gelombang-gelombang baru da’i berkualitas yang siap menuntun umat menuju kehidupan yang lebih sejahtera lahir dan batin.
“Sekali lagi sebagai salah satu pemuka agama di kota Makassar, saya mengucapkan banyak terima kasih kepada Pemkot Makassar melalui kabag Kesra yang telah berhasil menyelenggarakan kegiatan ini dengan baik dan sukses,” tandas Kiai Sudirman. (tim)




















