Berjarak kurang lebih 93 kilometer dari Makassar menuju BottoE Kelurahan Lalolang, Kecamatan Tanete Rilau, Kabupaten Barru, tim pengurus jenazah Tajdidul Iman (PJTI), binaan KH Sudirman, mendapat amanah mengurus jenazah ayahanda salah satu dewan pengawas Yayasan Tajdidul Iman (YT) Nur Adzan, Sabtu 27 Juni 2026.
“Mulanya kami menyiapkan 3 kendaraan agar pembina Kiai Sudirman bisa juga ikut ke Barru, namun belakangan ternyata ada kegiatan Kiai yang tidak bisa ditinggalkan, sehingga beliau urung ikut bersama kami. ,” ungkap ustad Awaluddin, yang langsung ditunjuk sebagai penanggung jawab kegiatan pengurusan jenazah tersebut.
Dia menambahkan kegiatan penyelenggaraan jenazah tersebut, termasuk baru pertama kali dengan jarak tempuh yang sangat jauh. Sekitar dua setengah jam perjalanan tim PJTI melayani ummat hingga sampai ke Barru.
“Dengan dukungan dua kendaraan serta 12 orang tim PJTI, kami berangkat meninggalkan Makassar sekitar pukul jam 11.00 pagi dan tiba dilokasi sekitar pukul 13.30 wita siang” ungkap ustad Awal – panggilan akrabnya.
Dalam kegiatan tersebut, juga turut hadir, ketua YTI, ustad Ahmad Baduddin, sekretaris umum YTI ustad Ikhwan Muin, Koordinator PJTI Ikhwan ustad Al-Ghifari serta beberapa koordinator Lapangan (korlap) PJTI.
Seperti diketahui, keluarga besar YTI, berduka atas berpulangnya H.M. Nurdin Hakka (81 tahun) yang merupakan ayah kandung dari Dewas YTI. Nur Adzan.
Dari keterangan Nur Adzan, almarhum ayahnya itu merupakan pensiunan PNS yang memilih menjadi muballigh keliling dari satu masjid ke masjid lainya.
Semasa hidupnya< almarhum memiliki 6 orang anak, dan 20 orang cucu serta 1 cicit. Nur Adzan sendiri merupakan anak Sulung dari pasangan almarhum H.M. Nurdin Hakka dan ibunya Hj. Muliyati yang telah berpulang ke kehadirat Allah SWT, lima tahun lalu.
Sebagai pembina dan pendiri YTI Kiai Sudirman langsung memberi nasehat kepada Nur Adzan dan memintanya untuk sabar dalam menghadapi cobaan tersebut
Allah SWT, kata Kiai Sudirman telah menjanjikan balasan yang besar, pahala tanpa batas, dan ketenangan hati bagi setiap hamba-Nya yang bersabar dalam menghadapi ujian.
“Mari kita tetap kita saling mengokohkan, saling menguatkan, semoga kesabaran kita dalam menghadapi cobaan ini menjadi tambahan pahala atas keridhaan kita menerima takdir Allah.” Tandas Kiai Kiai Sudirman.
Stelah shalat Azhar di masjid Mujahidun BottoE berlokasi di Lingkungan Lalolang, Kelurahan Lalolang, Kecamatan Tanete Rilau, Kabupaten Barru.
Almarhum langsung dikebumikan. Nampak hadir Ketua PPM Sulsel mantan sekprov Sulsel, H Abdul Hayat Gani yang sekarang menjabat sebagai Ketua Partai Perindo Sulsel. (tim)




















