Tim pengurus jenazah Tajdidul Iman (PJTI) binaan salah satu ulama Makassar, KH. Sudirman, kembali menunjukkan profesionalisme kerjanya, saat menangani jenazah almarhumah Ramlan Djae, warga Desa Onekore, Kecamatan Ende Tengah, Kabupaten Ende, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), yang meninggal dunia di Makassar, Kamis subuh16 Juli 2026.
Hal ini diungkapkan ketua tim peduli umat – PJTI, ustad, Awaluddin, Jumat (17/7/2026) yang mendapat laporan dari salah satu keluarga almarhumah di Denpasar Bali untuk meminta bantuan menangani jenazah kerabatnya yang meninggal dunia sejak Kamis subuh, namun hingga menjelang malam belum ada satupun pihak yang mau mengurusnya.
“Kamis sore kami mendapat telepon dari salah satu kerabat almarhumah yang berada di kota Denpasar Bali. Dia meminta bantuan kepada tim PJTI untuk mengurus jenazah keluarganya tersebut yang berada di kamar jenazah rumah sakit Stella Maris Makassar.” Ungkap ustad Awal – panggilan akrabnya.
Mendapat informasi tersebut, tim PJTI akhwat yang dipimpin langsung ustad Awal, langsung bergegas ke rumah sakit yang terletak di jalan penghibur Makassar itu, untuk mendapatkan info yang lebih akurat dengan mempersiapkan hal hal yang bisa dibantukan kepada almarhumah,
“Saat sampai dirumah sakit, kami mendapat info dari keluarga yang menyertainya yakni suaminya bernama Ibrahim Pua , bahwa almarhumah safar dari Kalimantan hendak menuju Flores NTT via laut. Namun Qadarullah, dalam perjalanan sakitnya bertambah parah, sehingga keluarga memutuskan untuk singgah transit di Makassar untuk dirawat di RS Stella Maris.” Kata ustad Awal.
Suami almarhumah sambung ustad Awal, menyebut jika istrinya itu ternyata baru sekitar 1 bulan melahirkan dan tidak memiliki keluarga sama sekali di kota Makassar. Beruntung salah satu keluarga mereka yang berada di kota Bali mengetahui ada layanan sosial PJTI di Makassar yang standby 24 Jam mengurus proses pemulasaran jenazah dengan baik.
“Dia pak Ibrahim Pua (suami almarhumah-red) bingung, beruntung ada keluarganya yang mengetahui PJTI dan langsung menghubungi tim kami, hingga langsung bergerak cepat malam (Jumat) itu untuk mengurus jenazah almarhumah dengan baik.” Katanya.
Padahal tambah ustad Awal, sebelumnya sudah ada pihak yang menawarkan untuk menangani jenazah almarhumah dengan budget yang mahal sebesar Rp. 3 juta.
“Karena alasan keterbatasan, pihak keluarga menolak. Insya Allah kita di PJTI semua digratiskan, dan kita laksanakan pemulasarannya sesuai dengan sunnah” kunci ustad Awal.
Baznas Ikut Peduli
Dalam situasi tersebut Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Makassar hadir memberikan uluran tangan, memfasilitasi pemulangan jenazah kembali ke tanah kelahirannya, meski dengan bantuan biaya secukupnya.
Wakil Ketua I Bidang Pengumpulan, BAZNAS Kota Makassar, Yusran Sofyan, SE, S.Kom, M.Si, usai menyerahkan bantuan yang diterima suami almarhumah, Jumat, 17 Juli pagi, mengemukakan, bantuan yang diberikan jangan dilihat dari jumlahnya, melainkan bagaimana Baznas mengedepankan kepedulian, sekaligus cerminan dari nilai nilai agama dan sosial.
Bantuan lainnya datang dari korlap Garda Flobamora wilayah Sulawesi Selatan bernama pa Pallo bersama puluhan warga NTT yang tinggal di Makassar. Mereka sampai bermalam di RS Stella Maris, menemani suami almarhumah hingga ikut mengantar dan menunggu sampai keberangkatan di pelabuhan Makassar.
“Saya salut oleh persatuan warga Flores yang begitu kompak dan bersama-sama hadir di rumah sakit membersamai suami almarhumah, mereka sampai bermalam bersama korlap Garda Flobamora wilayah Sulsel” jelas ustad Awal.
Setelah mengurus segala administrasi, usai shalat Jumat, sekira pukul 13.00 wita, jenazah almarhumah dbawa ke kampung halamannya di Ende-NTT dengan menggunakan KM Bukit Siguntang milik Pelni, Jumat (17/7/2026) siang.
“Pukul 9 pagi, dengan menggunakan ambulans PJTI, kita membawa almarhumah berangkat dari Rumah Sakit Stella Maris menuju pelabuhan Makassar. Dan sekitar pukul 13.00 siang, kapalpun berangkat menuju Ende NTT” kunci ustad Awal. (tim)




















