Mendengar kisah tim PJTI (Pengurus Jenazah Tajdidul Iman), mengurus salah satu jenazah almarhumah Ramlan Djae, warga Desa Onekore, Kecamatan Ende Tengah, Kabupaten Ende, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), yang meninggal dunia di Rumah Sakit Stella Maris, Makassar, Kamis subuh16 Juli 2026 dengan ikhlas dan gratis mendapat simpati dari sejumlah warga NTT di Makassar.
Salah satunya diungkapkan Maksimus Mutiara (62 tahun) warga Ruteng Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT). Ditemui di salah satu rumah kerabatnya di Maccini Raya Sabtu (18/7/2026) sore, Maksi panggilan akrabnya kagum dan berterima kasih kepada kepedulian PJTI kepada warganya yang mengalami musibah di Makassar.
“Atas nama warga NTT kami berterima kasih kepada Yayasan Peduli Umat Tajdidul Iman Makassar yang menangani pemulasaran jenazah, serta mengantarnya hingga ke pelabuhan Soekarno dengan baik.” Akunya.
Dirinya juga mengaku tidak bisa berbuat apa apa karena berbeda agama, “Kami memang satu keluarga berasal dari NTT namun soal keyakinan kami berbeda, untungnya ada saudara saudara kami dari tim PJTI yang begitu peduli tanpa membedakan suku. Ini luar biasa dan kami salut atas loyalitas PJTI hingga mengantar jenazah almarhumah naik ke kapal menuju Ende” ujar Maksi.
Bukan hanya Maksi segenap keluarga Flores di Makassar, juga mengungkapkan hal yang sama. Hal ini juga dilontarkan Garda Flobamora Sulawesi Selatan (Sulsel) sebagai organisasi kemasyarakatan yang mewadahi diaspora atau perantau asal Nusa Tenggara Timur (NTT) di wilayah Sulsel.
Organisasi ini aktif dalam kegiatan sosial, pelestarian budaya, serta memperkuat solidaritas antarsesama warga perantau di Kota Makassar dan sekitarnya yang dipimpin oleh ketuanya Mide Djuang dengan Ir. Ricky Parera sebagai Ketua Dewan Pembina organisasi tersebut.
“Tentu kami berterima kasih kepada tim PJTI yang mengurus dengan baik jenazah almarhumah salah satu keluarga kami hingga kembali ke kampung halaman untuk di makamkan. Atas nama keluarga besar NTT di perantauan kami mengucapkan banyak terima kasih kepada bapak pengurus PJTI” tandasnya.
Hal yang sama disampaikan suami almarhumah, Ibrahim Pua Umar, ayah 3 orang anak itu, tidak henti hentinya memberi ucapan terima kasih kepada PJTI yang juga dengan ambulansnya mengantar jenazah almarhumah sampai ke pelabuhan Soekarno – Hatta Makassar sebelum diberangkatkan dengan menggunakan KM Bukit Siguntang menuju Ende – NTT.
“Atas nama keluarga saya mengucapkan banyak terima kasih kepada bapak dan Ibu di PJTI yang telah mengurus jenazah isrtri saya dengan baik, dan gratis. Semoga Allah SWT, membalas segala kebaikan yang diberikan” terang Ibrahim dengan mata berkaca kaca sebelum menyalami ketua tim Peduli Umat ustad Awal . (tim)





















