Salah satu program utama Yayasan Tajdidul Iman adalah Tahfizh Weekend. Program ini diperuntukkan bagi mereka yang ingin menghafal al-Qur’an namun terkendala dengan waktu kerja, kuliah dan sebagainya.
Jadi mereka bisa menghafal al-Qur’an tanpa harus mondok di pesantren. Hal ini diungkapkan pendiri sekaligus pembina Yayasan Tajdidul Iman, KH. Sudirman, S.Ag dalam Voice note (pesan suara) yang diterima redaksi Kamis (12/3/2026) siang.
Menurut Kiai Sudirman, program ini sudah sejak lama berjalan sebelum yayasan Tajdidul Iman berdiri. Pola pembelajarannya pun luar biasa berupa Lafziah (perkata) adalah metode penerjemahan ayat-ayat Al-Quran kata demi kata, yang memudahkan pemahaman struktur bahasa Arab dan makna setiap kata secara harfiah disertai Tadabbur Alquran (aktivitas merenungkan, menghayati, dan memahami ayat-ayat Al-Quran secara mendalam-red).
“Sejak lama kami sudah memprogramkan Tahfizh Weekend, bahkan jauh sebelum Tajdidul Iman berdiri. Saat itu para jamaah berdatangan ke rumah pertama kami di Barawaja, lalu kami pindah ke jalan Rappokalling Timur, para peserta rela bermalam hanya untuk mengikuti program ini” ungkap Kiai Sudirman.
Namun seiring dengan berjalannya waktu, Tajdidul Iman saat ini, telah memiliki pondok sendiri di jalan Adipura Makassar bernama Baitul Quran H.Muh Yusuf Thaha Tajdidul Iman yang didukung dengan para muhaffizh (pengajar) yang berpengalaman.
“Alhamdulillah saat ini kita sudah memiliki markas dakwah sendiri. Selain digunakan para santri mondok, juga diikuti peserta Tahfizh Weekend, yang terus meningkat dan semakin ramai. “ kata Kiai Sudirman.
Kegiatan ini, sambung Kiai semakin banyak digemari oleh berbagai lapisan masyarakat, mulai dari pelajar SD, SMP, SMA hingga mahasiswa serta masyarakat umum i untuk belajar Al Quran.
“Muhaffidznya dipimpin langsung oleh ustadz Muhammad Amri yang memiliki semangat juang tinggi dalam mengajar. Bayangkan beliau tinggal di Maros tapi rela ke Makassar, mengabdikan hidupnya untuk ketaatan kepada Allah SWT, dalam membimbing manusia melalui Alquran” jelas Kiai Sudirman.
Sejak kegiatan ini berjalan, tambah Kiai Sudirman, para pesertanya kini sudah banyak dan mampu menghafal Al-Quran dengan baik dan lancar.
“Alhamdulillah para peserta tak kalah semangatnya, bahkan diantara mereka sudah banyak yang mampu menghafal hingga 6 juz sampai 10 juz Quran saat ini.” Kata Kiai Sudirman.
Program ini unik karena sifatnya gratis bagi semua kalangan yang ingin belajar Al-Quran. Hal itu, sambung Kiai karena mendapat dukungan dari para donatur yang konsisten ikut membantu perjuangan dakwah Tajdidul Iman.
“Sehingga kita berharap, kegiatan ini dapat menjadi bagian dari amal dakwah dalam rangka membantu mereka yang ingin belajar Alquran dengan biaya yang kita bebaskan atau gratis, tentu karena dukungan para donatur” tandas Kiai.
Program Tahfizh Weekend Tajdidul Iman memiliki 3 pola atau jadwal teratur, pola pertama adalah bagaimana peserta bisa menghafal dengan baik dan mudah. Pola kedua, melatih peserta untuk bisa bangun shalat tengah malam. Dan Ketiga para peserta harus mengikuti kajian Tadabbur Alquran.
“Kita berharap Quran yang kita pelajari dapat mengubah cara berpikir kita, memberikan kesegaran dan spirit pengorbanan dan perjuangan dalam agama, serta membentuk Insan Qurani artinya manusia yang perilaku, akhlak, dan pola pikirnya mencerminkan nilai-nilai Al-Qur’an“ tandas Kiai Sudirman. (tim)






















