Keberadaan Pengurus Jenazah Tajdidul Iman (PJTI) sudah mulai dikenal diberbagai kabupaten di Sulawesi Selatan, tak terkecuali tetangga disekitar Masjid Agung yang berada di dusun Mangempang kecamatan Moncongloe Lappara, kabupaten Maros.
Selasa (10/2/2026) pagi, tim PJTI akhwat kembali mendapat amanah untuk mengurus jenazah almarhum Kaminang 54 tahun yang beralamat di Moncongloe Lappara kabupaten Maros, dan akan dimakamkan di sekitar Moncongloe usai shalat Dhuhur.
Dari catatan redaksi media ini, sudah beberapa warga di Moncongloe Lappara yang meninggal telah diurus jenazahnya dengan baik oleh tim PJTI yang dibina langsung salah satu ulama Muhammadiyah Makassar, KH Sudirman S.Ag. Ini menunjukkan jika jika kepercayaan masyarakat terhadap lembaga sosial PJTI tersebut sangat besar.
Dalam catatan redaksi, selama bulan Januari atau terhitung sejak tanggal 7 Januari 2026 hingga 31 Januari 2026, tim PJTI akhwat telah mengurus 15 orang jenazah di berbagai lokasi di Makassar dan sekitarnya.
Tim PJTI akhwat ini merupakan emak emak yang juga aktif sebagai jamaah tetap ustad KH Sudirman yang selalu hadir saat Kiai membawa kajian diberbagai masjid.
Hingga awal Pebruari 2026, tercatat sudah ada 4 jenazah yang diurus PJTI, misalnya pada hari Jum’at (06/2/2026) sekira pukul 16.00 wita, tim akhwat menuju Kampung Berua untuk mengurus jenazah almarhumah, Bunga dg Bau (62 tahun) dan telah dimakamkan pada hari itu juga di TPU Panaikang Makassar.
Pejuang Ikhlas PJTI Akhwat ini dalam mengurus jenazah memang tidak mengenal waktu. Misalnya saja pada Sabtu 31 Januari 2026, ada dua jenazah yang diurus tim Akhwat. Mereka adalah Hj. Rosdianah binti Panggala, berusia 80 Tahun. Warga BTN Tabaria Makassar itu harus diurus pada pagi hari sekitar pukul 07.00 pagi dan telah dimakamkan di TPU Sudiang pada hari itu juga.
Jenazah kedua yang ditangani PJTI Akhwat pada hari yang sama, yakni almarhumah Syamsiah 60 tahun yang merupakan warga jalan Barawaja (samping gudang) dan telah dimakamkan pada hari itu juga di Gontang Somba opu, kabupaten Gowa usai shalat dhuhur.
“Kami selalu siap menjalankan perintah dari koordinator akhwat. Tak terkecuali hari Ahad (Minggu-red) dan saat orang beristirahat, kami siap menjalankan amanah ini dengan baik dan penuh rasa tanggung jawab” ujar salah satu tim Ahwat yang enggan ditulis namanya.
Jenazah yang dimaksud ukhti tersebut, yakni almarhumah Hj Hamsinah (68 tahun) Jl.Rappokalling Raya dan telah dimakamkan di TPU Panaikang Ba’da shalat Azhar pada Ahad 25 Januari 2026, sekira pukul 14.00 siang. (*)






















