Innalillahi wa Inna Lillaihi Rojiun, salah satu Jemaah atau pendengar setia pendiri dan pembina Tajdidul Iman, KH Sudirman, S.Ag melalui saluran salah satu radio swasta di Makassar bernama, H. Sahabuddin berpulang ke Rahmatullah, Senin 15/12/2025.
Kepergian warga dusun Tambayangan desa Pa’bentengang, Kecamatan Marusu, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan itu langsung viral, sebab almarhum meninggal pas sementara sujud di rakaat ke tiga, saat sedang menunaikan shalat Azhar berjamaah di Masjid Tambayangan.
“Saya ditelepon keluarga almarhum haji Sahabuddin. Sayapun langsung bergegas ke kediaman almarhum, untuk mengurus jenazahnya, Selasa (16/12/2025) siang” ungkap KH Sudirman.
Semasa hidupnya, sambung Kiai Sudirman, almarhum selalu menjaga shalat berjamaahnya di Masjid dan memilih shaf terdepan. “Makanya dalam prinsip Islam, seseorang akan wafat sesuai dalam kondisi yang mencerminkan kebiasaan sehari-harinya, baik atau buruk.” kata Kiai Sudirman
Saat prosesi pengurusan jenazah tersebut, Kiai Sudirman sendiri yang mengurus jenazah almarhum, mulai memandikan hingga mengkafani, dibantu tim PJTI Zulkfili.
“Alhamdulillah semuanya berjalan baik dan lancar. Sehingga ketika prosesinya selesai, jenazah tokoh masyarakat tersebut langsung disemayamkan di Masjid, dan setelah shalat Dhuhur di antar ke pekuburan yang tak jauh dari kediaman almarhum” urai Kiai Sudirman.
Takziah
Disisi lain, Kiai Sudirman, membawakan Takziah sebelum prosesi jenazah H Sahabuddin, di mandikan. “Takziah ini baru pertama kali dilakukan di desa tersebut. Sayapun berceramah (takziah) sebelum almarhum dimandikan. Dan ini mendapat sambutan dari warga yang ikut melayat di rumah almarhum” kata Kiai, yang ternyata di Desa ini, banyak jamaah atau fans Kiai yang aktif mendengar ceramahnya di radio Telstar.
Disisi lain dalam pandangan Kiai, Almarhum H Sahabuddin adalah orang baik, dan senantiasa memelihara shalatnya di shaf pertama, dan akhirnya meninggal juga di Shaff pertaman dalam keadaan sujud.
“Saya yakin beliau banyak menyembunyikan kebaikan, sehingga Allah SWT memuliakannya di akhir hidup beliau” papar Kiai Sudirman.
Selama sepekan almarhum tidak melaksanakan shalat karena sakit. Namun pada Senin kemarin, dirinya minta dilakukan shalat berjamaah di Masjid hingga meninggal dunia.
“Maka pesan saya, biasakanlah untuk berbuat baik, Tahajjud, membaca Alquran, Insya Allah kita akan diwafatkan dalam keadaan kebiasaan kita” jelas Kiai Sudirman yang turut mendoakan almarhum Khusnul Khotimah.
“Semoga amal ibadahnya diterima oleh Allah SWT serta diberikan tempat yang layak disisi-Nya., Aamiin” kunci Kiai Sudirman. (tim)






















