Tahun Baru Masehi pada masa sekarang ini dirayakan secara besar-besaran, suara terompet, dan tontonan, kembang api hampir menghiasi seluruh dunia. Baik di barat dan timur tidak beda negara yang mayoritas non Muslim atau Muslim.
Menyikapi hal tersebut, Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Makassar, melalui wakil ketua PDM, KH. Sudirman S.Ag memberi peringatan kepada seluruh umat islam, khususnya bagi warga perserikatan untuk menjauhi 10 hal yang dianggapnya sebagai kemaksiatan.
Yang pertama, kata Kiai Sudirman adalah Tasyabbuh atau meniru orang kafi dalam hal keyakinan (aqidah). Kiai mencontohkan seperti Ibadah, atau ciri khas yang menjadi identitas kekafiran mereka, (pakaian, adat istiadat, simbol keagamaan), yang bisa merusak keimanan dan akhlak.
“Saya berpendapat merayakan tahun baru berarti tasybbuh sama dengan meniru niru orang kafir. Ini yang sangat bertentangan dengan syariat islam” jelas Kiai yang aktif berceramah di berbagai radio dan masjid se kota Makassar itu.
Kedua, sambung Kiai Sudirman, merayakan tahun baru berarti merayakan ied (perayaan yang haram), dan ketiga merayakannya sama dengan menjerumuskan diri kita dalam keharaman misalnya, mengucapkan selamat tahun baru.
“Kemaksiatan yang ke empat, adalah begadang tanpa ada hajat, sedang kelima, malam tahun baru itu terkadang membuat kita lalai atau meninggalkan perkara wajib yaitu shalat lima waktu.” Jelas Kiai Sudirman.
Kiai Sudirman juga menekankan bahwa bagi keluarga Muhammadiyah, esensi malam tahun baru tidak terletak pada tempat, melainkan pada makna dan nilai yang ditanamkan.
“Jadi yang ke enam adalah merekayasa amalan yang tanpa ada tuntunannya dalam agama. Sedang kemaksiatan yang ketujuh malam tahun baru itu, akan menjadi penyebab terjerumusnya seseorang dalam dunia perzinahan, ini yang harus di hindari” tegas Kiai Sudirman.
Kemaksiatan yang ke delapan, sambung Kiai Sudirman adalah menganggu kaum muslimin. “Sedang yang ke Sembilan adalah meniru perbatan syetan dengan melakukan pemborosan dan kesepuluh menyia-nyiakan waktu yang begitu berharga dengan perbuatan sia sia” tandas Kiai Sudirman,
Menutup pemaparannya, Kiai Sudirman mengajak keluarga Muhammadiyah untuk menghindari kegiatan malam tahun baru tersebut dengan mendekatkan diri kepada Allah SWT.






















