Bertempat di Mesjid Nurul Ittihad Jalan Petta Punggawa No.95 Kalukuang, Kota Makassar, Sabtu (6/6/2026) pagi, ratusan Ketua Rukun Tetangga (RT) dan Rukun Warga (RW) se kecamatan Tallo, kota Makassar memadati masjid yang mulai berdiri sejak tahun 1953 itu oleh Jalohang Daeng Matutu, untuk mengikuti pengajian rutin.
Tampil membawakan tauziah adalah pembina sekaligus pendiri, Yayasan Tajdidul Iman, KH. Sudirman S.Ag yang mengaku kagum dengan program walikota Makassar, Munafri Arifuddin, yakni Makassar Kota Qur’an.
Dalam rilis yang diterima redaksi, Kiai menyebut pada mulanya, program Makassar Kota Quran ini menyasar ke para pengurus dan imam masjid, kemudian pengurus Jenazah hingga para penghafal Al-quran, tapi saat ini berbeda, sasarannya adalah para ketua ketua RT dan RW se kota Makassar.
“Alhamdulillah, sasarannya yakni membentuk pengajian tingkat RT dan RW di seluruh kecamatan se kota Makassar dan ini ditangani langsung bagian Kesra Pemkot Makassar yang secara aktif membina para RT dan RW melalui program keagamaan tersebut.” Ujar kiai Sudirman.
Disisi lain, dirinya juga mengaku telah mendapat mandat langsung dari Walikota Makassar, sebagai salah satu dari empat ulama / muballigh yang diberi tugas khusus untuk memberi pencerahan kepada ummat, utamanya para RT dan RW se kota Makassar.
“Alhamdulillah kami salah satu dari 4 muballig yang telah dimandatkan langsung oleh bapak Walikota Makassar, untuk membina para ketua RT dan RW se kota Makassar secara bergiliran dari satu kecamatan, ke kecamatan lain. Hal ini tentu saja untuk mendukung program Makassar Kota Quran dapat segera terwujud,” ujar Kiai yang juga wakil ketua PD Muhammadiyah kota Makassar itu.
Intinya, sambung Kiai Sudirman, tidak gampang bisa langsung mengubah Makassar menjadi kota Quran, tanpa kesadaran warga untuk merubahnya.
“Harus ada perjuangan untuk merubahnya. Dan keputusan pak wali yang menjadikan para ketua RT dan RW sebagai garda terdepan, sangatlah tepat.” Katanya.
Kiai juga mengutip ayat 11 dalam Quran surah. Ar-Ra’d yang menjelaskan, bahwa Allah SWT tidak akan mengubah nasib suatu kaum sampai kaum tersebut memiliki tekad, usaha, dan ikhtiar untuk mengubah keadaan mereka sendiri.
“Jadi untuk mewujudkan Makassar Kota Qur’an ini, kita harus Partner atau bekerja sama dengan baik. Setiap warga harus dibina. Dan kuncinya ada pada Ketua RT dan RW sebagai garda terdepan, sehingga Makassar kota Quran akan segera terwujud, Insya Allah, Sesungguhnya Allah tidak mengubah keadaan suatu kaum hingga mereka mengubah apa yang ada pada diri mereka.” (Q.S. Ar-Ra’d: 11” Tandas Kiai Sudirman.
Seperti diketahui, jumlah total ketua RT dan RW se-Kota Makassar periode 2025–2030 yang telah dilantik Walikota Makassar di lapangan Karebosi tahun 2025 lalu, adalah 6.032 orang.

Angka ini terdiri dari : 5.027 Ketua RT dan sebanyak 1.005 Ketua RW yang tersebar di 15 kecamatan dan bertugas sebagai ujung tombak pelayanan masyarakat di tingkat akar rumput. (*)




















