Tidak ada momen yang lebih berat dan lebih sakral dari mendampingi orang yang kita cintai di penghujung hidupnya. Di saat itulah peran keluarga dan orang-orang terdekat sangat menentukan, bukan hanya sebagai pengantar fisik, tapi sebagai jembatan menuju husnul khatimah.
Hal ini dijelaskan pendiri sekaligus pembina Yayasan Tajdidul Iman (YTI) Makassar, Kiai Sudirman saat membawakan materi Pelatihan Pengurus Jenazah Muslim Kota Makassar 2026 di masjid Azhar jalan Onta Baru Mamajang, Rabu (22/7/2026) sekira pukul 13.00 wita – siang hingga menjelang Azhar.
Islam, kata Kiai Sudirman mengajarkan kita dengan sangat detail bagaimana seharusnya seseorang dalam mendampingi saudaranya yang sedang menghadapi sakaratul maut dengan cara cara yang telah diajarkan oleh Nabi Muhammad SAW yakni sesuai sunnah.
“Jadi jangan menambah nambah, harus sesuai syariat, sunnah. Nah saat kita sedang berada disamping saudara kita, maka tidak usah memaksa ia untuk mengucapkan dua kalimat syahadat. Juga tidak perlu memperkenalkan orang orang yang datang bertamu untuk membesuknya, oh… ini ibunya si A atau si B” kata Kiai Sudirman.
Tetapi, sambung salah satu ulama Makassar itu, kita tetap fokus mengucapkan dua kalimah syahadah di salah satu telinga saudara kita.
“Menuntun orang sakaratul maut dalam istilah fikih disebut talqin, yaitu mengingatkan atau membimbing orang yang sedang menghadapi kematian untuk mengucapkan kalimat syahadat. Tujuannya agar kalimat terakhir yang keluar dari lisannya adalah kalimat tauhid.” Ujar Kiai yang sudah lebih ratusan kali itu menggelar pelatihan pengurusan jenazah di Makassar.
Kiai juga mengutip hadist dari HR. Muslim, dimana Rasulullah SAW bersabda “Tuntunlah orang-orang yang akan meninggal di antara kalian dengan kalimat Laa ilaaha illallah.” (HR. Muslim)
“Hadis ini menjadi dasar hukum yang sangat kuat bahwa menuntun orang sakaratul maut adalah amalan yang sangat dianjurkan, bahkan sebagian ulama menyebutnya sebagai fardhu kifayah.” Jelas Kiai Sudirman.
Kegiatan yang dilaksanakan Pemerintah Kota Makassar melalui bagian kesra itu, bertujuan untuk membekali pengurus masjid, majelis taklim, dan ibu ibu PKK agar dapat mengurus jenazah sesuai dengan syariat islam. Pada kegiatan pelatihan yang dipusatkan di kecamatan Mamajang, kota Makassar, turutt terlibat dua kelurahan yakni, Kelurahan Mamajang Luar dan kelurahan Malimongang Tua,
Usai kegiatan sejumlah peserta menerima bingkisan konsumsi yang disediakan panitia dari Kesra Makassar (tim)




















