Selama kegiatan Safari Dakwah Dzulhijjah 1447 H, redaksi media ini telah merangkum 7 serba serbi (keunikan-red) selama kegiatan tersebut berlangsung dari hari tanggal Senin, 18/5/2026 hingga Selasa, 26/5/2026.
Serba serbi pertama adalah macet tidak menghalangi jamaah menuju masjid Fajar Shodig jalan Andi Jemma Makassar, Senin (18/5/2026). Saat itu jalan AP.Pettarani dilanda macet total sejak pukul 15.00 siang.
Hal ini disebabkan adanya genangan air di jalan Sultan Alauddin hingga kendaraan melambat dan mengakibatkan sejumlah mobil dan motor antri sekitar 3 km. Namun beberapa Jemaah akhirnya berhasil menembus blokade macet tersebut menuju masjid Fajar Shodiq.
Serba Serbi kedua, setianya 5 ambulan milik Yayasan Tajdidul Iman (YTI), mengangkut jamaah dan terlihat rapi taratur saat berada di Masjid Nurul Hassan, BTN Antara, jalan Perintis Kemerdekaan Makassar, Selasa (19/5/2026). Ambulans ini menjemput dan mengantar kembali jamaah yang tidak memiliki kendaraan.
Yang ketiga Kamis, (21/5/2026), tim SAPATI bergerak cepat, mengatur kendaraan jamaah di lorong sempit dekat Masjid Al Muraqabah jalan Bonto Duri 3 No.18, Kelurahan Mannuruki, Kecamatan Tamalate, Makassar. Saat itu pimpinan SAPATI ustad Kurnianto terlihat sangat sibuk mengatur kendaraan, hingga dirinya terpaksa masbukh menunaikan shalat Maghrib.
Serba serbi ke empat. Anak tidak menghalangi ayah ikut kajian. Sejumlah jamaah harus sabar membawa anaknya untuk mengikuti kajian yang dibawakan ustad Kiai Sudirman. Meski terlihat berat namun karena ibadah, anakpun dibawa seperti yang terlihat di beberapa lokasi kegiatan.
Ke lima adalah uniknya penampilan IMTI yang berubah rubah warna kerudungnya. Pasalnya, Ikatan Muslimah Tajdidul Iman (IMTI) yang berada dalam naungan YTI tersebut, memakai kerudung dengan warna yang berbeda setiap menghadiri kegiatan Safari di sejumlah masjid, sehingga terlihat kompak dan serasi, contohnya saat berada di masjid Jamiul Ihsan jalan Toddopuli, Jumat (22/5) IMTI seragam memakai kerudung hitam.
Serba Serbi ke enam, dihari ke tujuh di masjid Ar Rahman jalan Ance daeng Ngoyo kelurahan Masale, Panakkukang, kota Makassar Ahad (24/5/2026), Panitia terpaksa kewalahan menghadapi jamaah yang nyaris mencapai 250 orang jamaah untuk berbuka puasa
“Ini diluar perkiraan kami sebagai pengurus masjid. Mohon maaf. Insya Allah tahun depan kami akan mengantisipaso jauh lebih baik lagi” ujar Hamdani salah satu pengurus masjid yang berkali kali memohon maaf melalui pengeras suara.
Dan serba serbi ke Tujuh ternyata ada Dinner Night (makan malam) di kegiatan hari ke 8 di Masjid Al Muhajirun jalan Arsitektur kompleks UNHAS Antang Makassar. Adapula hadiah atau kado berupa pesan moril yang diberikan langsung oleh salah satu pembina YTI, ustad Dr. dr. H. Noer Bahry Noor, M.Sc berupa bingkisan nasehat dari Quran Hadist dan 10 pesan orang tua Bugis Makassar kepada para jamaah.
Di masjid ini pula nampak sejumlah jamaah terlihat khusyuk dan menangis terisak, saat suara imam yang diantarkan langsung oleh ustad khairilsyam membawakan surah Lukman dengan penghayatan tingkat tinggi, ditengah padamnya lampu di masjid tersebut membuat suara isak jamaah terdengar jelas. (tim dari berbagai sumber)





















