ثُمَّ قَعَدَ وَافْتَرَشَ رِجْلَهُ الْيُسْرَى وَوَضَعَ كَفَّهُ الْيُسْرَى عَلَى فَخِذِهِ وَرُكْبَتِهِ الْيُسْرَى وَجَعَلَ حَدَّ مِرْفَقِهِ الْأَيْمَنِ عَلَى فَخِذِهِ الْيُمْنَى ثُمَّ قَبَضَ اثْنَتَيْنِ مِنْ أَصَابِعِهِ وَحَلَّقَ حَلْقَةً ثُمَّ رَفَعَ إِصْبَعَهُ فَرَأَيْتُهُ يُحَرِّكُهَا يَدْعُو بِهَا
Kemudian duduk di atas kaki kiri. Beliau juga meletakkan telapak tangan kiri diantara paha dan lutut kiri. Lalu beliau Shallallahu’alaihi wasallam meletakkan ujung lengan kanan di atas paha kanan. Kemudian ia menggenggam dua jarinya serta membentuk lingkaran, lantas mengangkat jarinya. Aku melihat beliau Shallallahu’alaihi wasallam menggerak-gerakkannya dan berdoa dengannya.” (HR. Ahmad, An-Nasa’i, Abu Dawud dari Wa’il bin Hujr)
KOMENTAR:
Letak dan Model Tangan Pada Saat Tasyahud
a. Antara paha dan lutut.
b. Menggenggam dua jari (jari manis dan kelingking) dan membentuk lingkaran (ibu jari dengan jari tengah) serta mengangkat jari telunjuk.
c. Menggerak-gerakkannya (pelan-pelan) dengan berdoa.
إِذَا جَلَسَ فِي الصَّلَاةِ وَضَعَ يَدَيْهِ عَلَى رُكْبَتَيْهِ وَرَفَعَ إِصْبَعَهُ الْيُمْنَى الَّتِي تَلِي الْإِبْهَامَ فَدَعَا بِهَا وَيَدَهُ الْيُسْرَى عَلَى رُكْبَتِهِ الْيُسْرَى بَاسِطَهَا عَلَيْهَا
Apabila Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam duduk dalam shalat, beliau meletakkan kedua tangannya diatas kedua lututnya, dan beliau angkat jari kanan sebelah jempolnya (telunjuk) sambil memanjatkan doa, sementara tangan kirinya diatas lutut kirinya sambil dibuka.” (HR. Ahmad, Muslim, An-Nasa’i dari Ibnu Umar)
KOMENTAR:
Letak dan Model Tangan Pada Saat Tasyahud
a. Letak tangan di atas kedua lutut
b. Mengangkat jari kanan (telunjuk) sambil berdoa.
c. Posisi tangan kiri terbuka (tidak digenggam).
إِذَا جَلَسَ فِي الصَّلَاةِ وَضَعَ كَفَّهُ الْيُمْنَى عَلَى فَخِذِهِ الْيُمْنَى وَقَبَضَ أَصَابِعَهُ كُلَّهَا وَأَشَارَ بِإِصْبَعِهِ الَّتِي تَلِي الْإِبْهَامَ وَوَضَعَ كَفَّهُ الْيُسْرَى عَلَى فَخِذِهِ الْيُسْرَى
“Jika beliau duduk dalam shalat, beliau meletakkan telapak tangan kanannya diatas paha kanannya dan beliau genggam semua jari jemarinya sambil memberi isyarat dengan jari sebelah jempol (telunjuk), beliau juga meletakkan telapak tangan kirinya diatas paha kirinya.” (HR. Ahmad, Muslim, An-Nasa’i dari Ibnu Umar)
KOMENTAR:
Letak dan Model Tangan Pada Saat Tasyahud
a. Letak tangan di atas paha.
b. Menggenggam semua jari jemari sambil memberi isyarat dengan telunjuk.
KESIMPULAN
Letak dan Model Tangan pada Saat Tasyahud
- Tangan kanan dan kiri boleh disimpan di atas lutut, di atas paha dan boleh antara lutut dan paha.
- Model tangan pada saat tasyahud yaitu boleh menggenggam dua jari (jari manis dan kelingking) dan membentuk lingkaran serta diiringi mengangkat telunjuk atau menggenggam semua jari-jari (sebelah kanan) sambil mengangkat telunjuk.
- Bolehnya menggerak-gerakkannya (pelan-pelan) sambil berdoa pada saat tasyahud.
- Tangan kiri tetap terbuka.
Penulis: KH. Sudirman, S.Ag.
(Tokoh Muhammadiyah dan Pembina Yayasan Tajdidul Iman)






















