Kunjungan tim panitia yang dipimpin langsung ketua Yayasan Tajdidul Iman, ustad Ahmad Baduddin dan ketua Panitia Rihlah Akbar ke 9, ustad Ikhwan Muin, serta ketua Peduli Umat, ustad Awaluddin di Taman Wisata, Tappawita Highland, Kecamatan Tompobulu, Kabupaten Maros, Jumat, 3/3/2026 terpantau beberapa titik Sarana Prasarana (Sarpras) dianggap layak untuk menggelar kegiatan tersebut.
Hal ini disampaikan dari laporan hasil peninjauan saat tim yang berjumlah 30 orang itu berada di Lokasi Rihlah dan ikut mendampingi panitia Dewan Pengawas YTI, Nur Adzan.
Dari laporan koordinator divisi Akomodasi dan penginapan ustad Awaluddin, terdapat beberapa jenis penginapan dilokasi yang bisa digunakan peserta.
“Seperti adanya rumah kurcaci satu lantai yang bisa memuat 6 orang dalam dengan biaya sewa cuma 400 ribu permalam. Rumah kurcaci ini terdapat 8 unit” ujar ustad Awal – panggilan akrabnya.
Yang kedua, sambung ustad Awal adalah rumah Kurcaci dua lantai dengan kapasitas 8 orang. Jumlahnya sekitar 8 unit dengan biaya sewa 600 ribu.
“Kemudian ada pondok kecil dengan 1 kamar tidur dan ruang tamu, Ini jumlahnya 5 unit dengan biaya sewa 1 juta per pondok dan bisa memuat sekitar 10 orang per pondok.” jelasnmya
Selain itu, sambung ustad Awal terdapat juga satu pondok ukuran sedang dengan 3 kamar tidur dan ruang tamu cukup luas, mampu memuat sekitar 20 orang, dan biaya sewanya cuma 1,5 juta.
“Ada juga satu unit pondok besar dengan 3 kamar tidur bisa memuat 40 orang jamaah dengan biaya sewa cuma 1,8 juta. Selain itu kami juga turut memantau satu gedung aula yang bisa memuat sekira 300 orang lebih.”
Jika peserta melebihi kapasitas, Ust Awal mengaku masih bisa memanfaatkan lapangan yang berada persis berdekatan Aula yang bisa dijadikan alternative dengan pemasangan tenda.
“Kemudian terdapat Masjid 2 lantai, sepertinya lantai 1 dapat memuat sekitar 75 orang (longgar). Juga bentangan dermaga sampai 4 lapis dari atas sungai sampai puncak. Hal ini bisa juga dijadikan tempat pemasangan tenda pribadi atau sewa. Untuk Wcnya, kami masih butuh koordinasi lanjut dengan pengelola.” Tandasnya.
Disisi lain, ia mengungkapkan masih terdapat penginapan dengan tipe lain yang bisa digunakan peserta.
” Tempat penginapan dengan tipe berbeda memang terletak cukup jauh dari tipe lainnya, tapi semuanya dapat diakses oleh kendaraan roda empat” kuncinya. (*)






















