5. Duduk Tasyahud Awal dan Membaca Tasyahud
Madzhab Hanafi: Hukumnya wajib walaupun pada shalat nafilah begitu juga dua tasyahud menurut pendapat yang paling shahih.
Madzhab Maliki: Hukumnya sunnah dan pelaksanaannya dengan lafazh khusus juga merupakan sunnah.
Madzhab Syafi’i: Duduk tasyahud awal dan membaca tasyahud awal termasuk sunnah ab’adh (yaitu amalan sunnah yang apabila tertinggal/ tidak dikerjakan maka harus diganti dengan sujud sahwi).
Madzhab Hanbali: Yang termasuk dalam perkara wajib adalah: tasyahud awal sesudah dua rakaat pertama pada shalat yang berjumlah lebih dari dua rakaat.
6. Hukum Membaca Secara Jahr (Keras) atau Sirr (Pelan)
Madzhab Hanafi: Membaca dengan jahr adalah kewajiban imam pada shalat-shalat yang harus dibaca jahr. Dan wajib mutlak untuk membaca dengan ikhfat (pelan) bagi imam dan orang yang shalat sendirian pada shalat yang seharusnya dibaca secara ikhfat. Orang yang shalat sendirian tidak mempunyai pilihan antara membaca jahr atau ikhfat, karena dia harus membacanya dengan ikhfat. Dia boleh memilih pada shalat jahr.
Madzhab Maliki: Tidak wajib bersuud sahwi bagi orang yang membaca sedikit pelan dari bacan keras pada shalat sirriyah. Mengenai batal tidaknya shalat orang yang membaca jahr pada shalat sirriyah atau membaca lebih pelan dalam shalat jahr terdapat dua pendapat.
Madzhab Syafi’i: Seandainya dia membaca dengan keras pada shalat sirr atau membaca pelan pada shalat yang harus dibaca jahr, maka hal itu tidak membatalkan shalatnya dan dia tidak harus sujud sahwi akan tetapi hal ini hukumnya makruh kecuali karena ada udzur. Sedangkan pada shaalat yang harus dibaca pelan maka membaca secara pelan lebih disukai bagi makmum dan lainnya.
Madzhab Hanbali: Disunnahkan bagi imam membaca keras pada shalat Shubuh dan pada dua rakaat pertama dari shalat Maghrib dan Isya, dan membaca secara pelan pada selain dua rakaat tersebut. Dan tidak disunnahkan membaca jahr bagi selain imam. Adapun jika orang yang shalat sendirian mengeraskan bacaannya maka hal itu tidak mengapa.
7. Hukum Takbir pada Ahsalat Iedul Adha dan Iedul Fithri
Madzhab Hanafi: Hal itu wajib dalam hal jumlah dan tempatnya.
Madzhab Maliki: Semua takbir adalah sunnah muakkadah dn mendahulukannya sebelum bacaan Al-Fatihah adalah mandub.
Madzhab Syafi’i: Jika dia ingin yang lebih sempurna.
Madzhab Hanbali: Dari takbir-takbir tambahan serta membaca dzikir di sela-selanya adalah sunnah.
Penulis: KH. Sudirman, S.Ag.
(Tokoh Muhammadiyah dan Pembina Yayasan Tajdidul Iman)






















