1. Fred Hoyle, seorang profesor di bidang astronomi, lulusan Universitas London menyebutkan dalam bukunya (dalam edisi Arab) Thabi’atul Kaun, bahwasanya, “Di antara planet-plenet ada yang ukurannya sangant menakjubkan, tidak penah tergambarkan oleh akal. Karena apabila bumi dibandingkan dengan planet-planet raksasa itu, maka ia tampak seperti sebiji pasir.”
2. Ilmuwan besar Amerika yang bernama Prof. Abraham Cressy Morrison, mantan rektor The New York Academy of Sciences berkata: “Peletakan posisi benda-benda langit bukan hanyalah sekadar kebetulan belaka, tetapi benda itu diletakkan di luar angkasa dengan perhitungan. Seandainya, misalnya, bukan lebih dekat ke bumi sejauh seperempat dari jaraknya sekarang, tentu pasang dan surut laut menjadi kejadian yang sangat kejam. Karena ketika terjadi pasang, maka ia akan menenggelamkan bagian bumi yang kering, yakni daratan. Sehingga akibatnya, semua makhluk hidup yang ada di darat akan mati tenggelam. Demikian juga seandainya poros bumi tidak berada pada kemiringan sekitar dua puluh tiga derajat, maka akibatnya pada kedua kutub bumi akan terjadi malam yang abadi. Serta uap air dari sejumlah samudera akan membentuk lapisan tebal yang menekan kedua kutub bumi sehingga gari khatulistiwanya akan melebar dan curah hujan akan menjadi snagat sedikit. Semua itu akan membuat kehidupan di muka bumi sesuatu yang mustahil. Kecepatan rotasi bumi mencapai sekitar 1.000 mill/jam. Seandainya kita menganggap kecepatan rotasi bumi hanya 100 mill/jam, maka malam dan siang akan menjadi panjang. Akibatnya, seluruh tumbuh-tumbuhan dan binatang akan terbakar pada siang hari karena sangat panas serta akan membeku pada malam hari karena sangat dingin.
3. Dr. jude, profesor filsafat di Universitas London, di dalam bukunya yang sangat tebal, membahas berbagai kemungkinan tentang terjadinya alam dan terciptanya kehidupan dengan metode ilmiah dan filsafat. Lalu dia menyimpulkan dari penelitian yang sangat banyak ini bahwa alam semesta pasti terjadi karena proses penciptaan yang menakjubkan.
Semua pernyataan para ilmuwan di atas hakekatnya cuma mengungkap kebesaran Allah yang ada di langit dan di bumi-Nya sebagaimana dijelaskan dalam firman-Nya:
سَنُرِيهِمْ آيَاتِنَا فِي الْآفَاقِ وَفِي أَنْفُسِهِمْ حَتَّى يَتَبَيَّنَ لَهُمْ أَنَّهُ الْحَقُّ … (53)
Kami akan memperlihatkan kepada mereka tanda-tanda (kekuasaan) Kami di segala wilayah bumi dan pada diri mereka sendiri, hingga jelas bagi mereka bahwa Al Quran itu adalah benar… (QS. Fushshilat[41]: 53)
Diringkas dari;
Al-Aqidah fii Dhau-il Kitab was Sunnah: Al-Aqidah Fillah — Prof. Dr. Umar Sulaiman Abdullah al-Asyqar)
Penulis: KH. Sudirman, S.Ag.
(Tokoh Muhammadiyah dan Pembina Yayasan Tajdidul Iman)






















