Firman Allah Subhanahu wa Ta’ala:
وَكُلُّ شَيْءٍ عِنْدَهُ بِمِقْدَارٍ (8)…
… Dan segala sesuatu pada sisi-Nya ada ukurannya. (QS. Ar-Ra’d[13]: 8)
Faidah-faidah Ayat di Atas:
- Mengapa Allah Subhanahu wa Ta’ala menentukan bahwa kadar oksigen di permukaan bumi ini sebesar 21%??? Tentu ini terkait dengan keberlangsungan kehidupan di dunia. Para peneliti berpendapat bahwa seandainya kadar oksigen di lapisan udara lebih kecil dari 15%, maka api tidak menyala. Karena kandungan oksigen tidak akan cukup untuk melakukan intraksi. Seandainya kadar oksigen mencapai lebih dari 25%, maka segala yang ada di dunia akan hangus tanpa perlu disulut api, cukup dengan panas matahari saja.
- Hal yang aneh dan membuat para ilmuwan kagum adalah bahwa jika semua makhluk di bumi terkena cahaya matahari secara langsung, maka mereka akan mati dengan cepat. Akan tetapi, Allah Subhanahu wa Ta’ala membekali lapisan udara dengan gas ozon karena kasih sayang-Nya. Lapisan ini menyerap cahaya ultraviolet yang muncul dari matahari. Jika tidak ada lapisan ini, pasti semua makhluk yang ada di bumi telah mati sejak lama, bahkan tidak mungkin ada kehidupan sampai kapanpun.
- Karena itu muncul pertanyaan, bagaimana mungkin para ilmuwan mengetahui kadar oksigen atau karbon di lapisan udara yang ada jutaan tahun yang lampau??? Para ilmuwan membuktikannya dengan mengambil sampel dari tanah keras yang memuat gelembung gas di pegunungan Alpen. Setelah meneliti gelembung-gelembung ini beserta elemen-elemen yang terkandung di dalamnya, mereka mampu memperkirakan usia gelembung-gelembung, dan keadaan udara yang ada pada waktu itu.
Diringkas dari :
Kemukjizatan Penciptaan Bumi — Ensiklopedia Mukjizat Al-Qur’an dan Hadits jilid 8 Halaman 33-34
Penulis: KH. Sudirman, S.Ag.
(Tokoh Muhammadiyah dan Pembina Yayasan Tajdidul Iman)






















