1. ALIHAH
Alihah adalah semua nama tuhan selain Allah baik berwujud benda mati, makhluk hidup, seperangkat undang-undang, sesuatu yang dimode-model oleh manusia lalu diperlakukan sebagaimana layaknya Allah seperti diyakini bisa memberi pertolongan, keselamatan, perlindungan, mendatangkan berkah, mengusir bala maka itu juga disebut tuhan. Namanya “ALIHAH”. Contoh: PISANG, dia adalah benda mati tetapi jika diyakini bisa menolak bala di suatu tempat karena adanya benda tersebut maka pisang tersebut berubah menjadi ALIHAH
أَأَتَّخِذُ مِنْ دُونِهِ آلِهَةً إِنْ يُرِدْنِ الرَّحْمَنُ بِضُرٍّ لَا تُغْنِ عَنِّي شَفَاعَتُهُمْ شَيْئًا وَلَا يُنْقِذُونِ (23)
Mengapa aku akan menyembah tuhan-tuhan selain nya jika (Allah) yang Maha Pemurah menghendaki kemudharatan terhadapku, niscaya syafaat mereka tidak memberi manfaat sedikitpun bagi diriku dan mereka tidak (pula) dapat menyelamatkanku? (QS. Yasiin[36]: 23)
2. ARBAABAN
Arbaaban yaitu siapa saja yang menyaingi Allah dalam menetapkan syariat termasuk yang menghalalkan apa yang diharaman oleh Allah atau mengharamkan apa yang dihalalkan oleh Allah kemudian rela diikuti oleh pengikutnya maka itu yang bertindak sebagai Tuhan dalam bentuk nama baru bernama ARBAABAN. Dulu namanya AKHBAAR yakni orang-orang alim dan Ruhbah atau Rahib-rahib (ahli ibadah yang zuhud) yang kemudian dua golongan ini dilantik untuk merubah ketentuan-ketentuan Allah baik menghalalkan maupun mengharamkan maka golongan seperti ini lebih banyak di zaman sekarang dengan nama yang bervariasi tetapi tetap namanya ARBAABAN.
اتَّخَذُوا أَحْبَارَهُمْ وَرُهْبَانَهُمْ أَرْبَابًا مِنْ دُونِ اللَّهِ وَالْمَسِيحَ ابْنَ مَرْيَمَ وَمَا أُمِرُوا إِلَّا لِيَعْبُدُوا إِلَهًا وَاحِدًا لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ سُبْحَانَهُ عَمَّا يُشْرِكُونَ (31)
Mereka menjadikan orang-orang alimnya dan rahib-rahib mereka sebagai Tuhan selain Allah dan (juga mereka mempertuhankan) Al masih putera Maryam, Padahal mereka hanya disuruh menyembah Tuhan yang Esa, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia. Maha suci Allah dari apa yang mereka persekutukan. (QS. At-Taubah[9]: 31)
3. ANDAADAN
Andaadan adalah semua yang disembah selain Allah yang merupakan tandingan-tandingan bagi Allah, dicintai seperti cintanya kepada Allah, disenangi seperti senangnya kepada Allah, ditakuti sebagaimana takutnya kepada Allah, disegani sebagaimana segannya kepada Allah, tunduk kepadanya sebagaimana tunduknya kepada Allah. Contoh Andaadan yaitu mencintai dunia seperti cintanya kepada Allah, mencintai istri, suami, anak, pemimpin, pekerjaan, toko, uang, dan lain sebagainya sama cinta atau takutnya kepada Allah maka itulah yang disebut dengan tuhan yang biasa disebut dengan ANDAADAN.
وَمِنَ النَّاسِ مَنْ يَتَّخِذُ مِنْ دُونِ اللَّهِ أَنْدَادًا يُحِبُّونَهُمْ كَحُبِّ اللَّهِ وَالَّذِينَ آمَنُوا أَشَدُّ حُبًّا لِلَّهِ وَلَوْ يَرَى الَّذِينَ ظَلَمُوا إِذْ يَرَوْنَ الْعَذَابَ أَنَّ الْقُوَّةَ لِلَّهِ جَمِيعًا وَأَنَّ اللَّهَ شَدِيدُ الْعَذَابِ (165)
Dan diantara manusia ada orang-orang yang menyembah tandingan-tandingan selain Allah; mereka mencintainya sebagaimana mereka mencintai Allah. Adapun orang-orang yang beriman Amat sangat cintanya kepada Allah. dan jika seandainya orang-orang yang berbuat zalim itu mengetahui ketika mereka melihat siksa (pada hari kiamat), bahwa kekuatan itu kepunyaan Allah semuanya, dan bahwa Allah Amat berat siksaan-Nya (niscaya mereka menyesal). (QS. Al-Baqarah[2]: 165)
4. THAGHUT
Thaghut yaitu siapa saja yang diibadahi manusia sebagai tandingan selain Allah Subhanahu wa Ta’ala dengan bentuk peribadatan seperti sujud, rukuk, do’a, isti’anah (permohonan), ketaatan, berhukum, cinta (mahabbah), loyalitas (wala’), dan permusuhan karenanya (bara’) atau dalam bentuk peribadatan berupa rasa takut (Khauf), harapan (raja’) serta persembahan korban sedangkan dia ridha dengan peribadatan dirinya tersebut maka dia adalah THAGHUT.
اللَّهُ وَلِيُّ الَّذِينَ آمَنُوا يُخْرِجُهُمْ مِنَ الظُّلُمَاتِ إِلَى النُّورِ وَالَّذِينَ كَفَرُوا أَوْلِيَاؤُهُمُ الطَّاغُوتُ يُخْرِجُونَهُمْ مِنَ النُّورِ إِلَى الظُّلُمَاتِ أُولَئِكَ أَصْحَابُ النَّارِ هُمْ فِيهَا خَالِدُونَ ()257
Allah pelindung orang-orang yang beriman; Dia mengeluarkan mereka dari kegelapan (kekafiran) kepada cahaya (iman). dan orang-orang yang kafir, pelindung-pelindungnya ialah syaitan, yang mengeluarkan mereka daripada cahaya kepada kegelapan (kekafiran). mereka itu adalah penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya. (QS. Al-Baqarah[2]: 257)
Simpulan:
Kemampuan untuk melepaskan, mengingkari, membuang semua bentuk tuhan yang empat itu adalah awal kunci sukses bersyahadat. SUDAH MAMPUKAH KITA MEMBUANG EMPAT SESEMBAHAN TERSEBUT??? IKUTI PENJELASAN BERIKUTNYA!!!
Penulis: KH. Sudirman, S.Ag.
(Tokoh Muhammadiyah dan Pembina Yayasan Tajdidul Iman)






















