Sebagaimana penjelasan pada materi sebelumnya, syahadat Laa Ilaaha Illallah memiliki dua rukun atau sesuatu yang harus ada pada waktu bersyahadat, yaitu:
1. An-Nafi artinya orang yang bersyahadat mampu membuang atau menafikan dan melepaskan semua yang dipertuhankan (yang bathil).
2. Al-Isbat yakni orang yang bersyahadat mampu menetapkan satu-satunya Ilah (Tuhan) yang benar, yakni hanya Allah Subhanahu wa Ta’ala setelah berhasil melakukan penafian (peniadaan)seluruh jenis Ilah-ilah yang bathil baik tuhan yang bernama Alihah, Andaadan, Arbaaban, maupun Thaghut.
Sebagaimana firman Allah Subhanahu wa Ta’ala:
فَمَنْ يَكْفُرْ بِالطَّاغُوتِ وَيُؤْمِنْ بِاللَّهِ … (256)…
… Barangsiapa yang ingkar kepada Thaghut dan beriman kepada Allah… (QS. Al-Baqarah[2]: 256)
Faidah Ayat:
- Berdasarkan ayat tersebut Langkah sukses pertama yang harus dilakukan bagi orang yang bersyahadat adalah يَكْفُرْ بِالطَّاغُوتِ artinya mengkafiri atau menolak segala bentuk thaghut yakni Tuhan yang bathil kemudian menetapkan keimanan kepada Allah وَيُؤْمِنْ بِاللَّهِ artinya beriman kepada Allah yang haq.
- Mengingkari thaghut atau menolak thaghut. Mengingjari thaghut artinya membersihkan atau melakukan sterilisasi semua model thaghut. Thaghut itu sendiri berarti “KULLU MA GHAYRILLAHI” yakni segala sesuatu yang bukan Allah dan bukan dari Allah, bisa berupa setan, iblis, jin, hantu, sihir, tenung, dukun, keinginan manusia, ide-ide yang kacau, pendapat yang sesat, yang kesimpulannya segala yang datang bukan dari Allah dan bertentangan dengan maunya Allah, seperti pengaturan hidup yang tidak bersumber dari Allah harus diingkari (ditiadakan) dalam hati kita karena namanya thaghut.
- Berarti sukses bersyahadat harus mampu menumpahkan semua kotoran aqidah kita yakni ide, pikiran, kemauan, sistem yang bertentangan dengan Allah Subhanahu wa Ta’ala seperti layaknya seseorang yang ingin mendapatkan air yang bersih maka hal yang harus dilakukan adalah tumpahkanlah semua isi gelas yang kotor sebersih-bersihnya kemudian isilah kembali gelas tersebut dengan air bersih yang baru. Barulah bisa mendapat air yang benar-benar bersih. Tanpa dua usaha tersebut yakni membuang dan mengisi tidak akan pernah mendapatkan air bersih yang diharapkan. Seperti itulah model bersyahadat yang sukses. Tumpahkanlah semua tuhan yang bernama Thaghut, tuhan Andaadan, tuhan Arbaabaan, dan tuhan Alihaah kemudian mengisi tuhan yang benar, yang berhak yaitu Allah
- Proses membuang kesyirikan dengan melepaskan semua Thaghut CS harus berjalan seirama dengan menetapkan satu-satunya aqidah yang benar yaitu aqidah tauhid hanya Allah Subhanahu wa Ta’ala
Penulis: KH. Sudirman, S.Ag.
(Tokoh Muhammadiyah dan Pembina Yayasan Tajdidul Iman)






















