Pelaksanaan uji coba kegiatan Tahfidz Weekend yang digagas Tajdidul Iman berjalan lancar dan diminati para santri yang ingin menimba ilmu agama di tempat itu.
Kegiatan yang berlangsung di pondok tahfidz Ar-Rahiim yang terletak di jalan Laiya Makassar itu menurut ketua panitia renovasi Ar-Rahiim Ustad Alghifari, diikuti 30 orang Santri dan uji cobanya dilaksanakan Sabtu, 25/5/2024 lalu.
“Kami mengundang para santri tahfidz weekend sebagai uji coba, sebelum santri akhwat masuk ke pondok sekaligus sebagai suasana baru untuk para santri tahfidz weekend.” Ujar Ustad Alghifari yang didampingi Pembina Tahfidz Weekend, Ustad Amriyadi.
Ditambahkan ustad Amriyadi, dirinya bersama santri Ikhwan yang berjumlah 30 orang, tiba di pondok tersebut menjelang shalat Maghrib. “Kami lalu laksanakan shalat Maghrib berjama’ah, kemudian melanjutkan kegiatan belajar mengajar dilantai 5,” katanya
Melantunkan ayat ayat suci Al-quran di lantai atas, sambung Ustad Amriyadi membuat mereka merasa nyaman dan khusyuk, “Maasyaa Allaah,.. suasana yang nyaman dan sejuk di malam hari, di tempat yang tinggi baru kami rasakan. Syahdu apalagi dengan lantunan ayat-ayat suci Alqur’an dari lisan santri-santri kita yang menyetor hafalan, “ tambahnya.
Setelah itu, sambung Ustad Amriyadi mereka bergerak turun ke lantai 2 guna shalat shalat Isya berjama’ah. “Dan setelah selesai, para santri kembali belajar dilantai paling atas hingga waktu istirahat, lalu kami makan bersama dilantai 1.” ungkap Ustad Amriyadi
Pada kegiatan tersebut, selain pengurus pondok dan tahfidz, turut hadir pembina Tajdidul Iman, KH Sudirman, S.Ag bersama sekretarisnya Ustad Ikhwan Muin dan Wakil ketua, Ustad Awal untuk melihat langsung keadaan pondok ini.
Dalam kesempatan tersebut, Kiai Sudirman memberi motivasi dan mengapresiasi kegiatan panitia pondok Ar-rahiim yang bisa merenovasi sedemikian rupa pondok, sehingga bangunan itu bisa berdiri seperti yang terlihat saat ini.
“Saya memberi apresiasi atas kinerja yang telah dilaksanakan panitia pondok Ar – Rahiim ini dan semoga kegiatan ini bernilai ibadah disisi Allah, sangat luar biasa,” ujar Kiai Sudirman yang sempat di suguhi minuman khas Makassar yakni, Sarabba dan Gorengan SUCER (Sungai Cerekang) yang memang berdekatan dengan pondok tersebut.
Selanjutnya Santri Tahfidz Weekwnd tersebut tidur dilantai 2 kemudian bangun shalat lail hingga waktu subuh tiba, “Kami lalu bergeser ke masjid Hajar Aswad. Alhamdulilah kita dipersilahkan jadi imam shalat subuh. Setelah itu, kami kembali ke pondok dilantai 5 mendengar ceramah sambil sarapan pagi kemudian pulang ke markas Rappokalling.” Kunci ustad Amriyadi. (tim)






















