7. Cemburu karena Allah.
إِنَّ اللَّهَ يَغَارُ وَغَيْرَةُ اللَّهِ أَنْ يَأْتِيَ الْمُؤْمِنُ مَا حَرَّمَ اللَّهُ
“Sesungguhnya Allah itu cemburu. Dan kecemburuan Allah datang, bilamana seorang mukmin melakukan hal yang diharamkan Allah.” (HR. Bukhari, Muslim, Tirmidzi dan Ahmad dari Abu Hurairah)
8. Senang terhadap segala sesuatu yang menimpa dirinya dalam perjalanan menuju kekasihnya.Seorang yang berkoar mencintai sesuatu tapi tidak suka dengan kegemaran Kekasihnya dan mencintai apa yang dibencinya, sam dengan mengakui kebohongannya. Sebenarnya ia membenci kekasihnya. Pencinta sejati adalah sebagaimana ungkapan berikut:
مِنْ أَجْلِكَ جَعَلْتُ خَدِّي أَرْضَالِشَّامِتِ وَالْحَسُوْدِ حَتَّى تَرْضَى
Demi kamu, wajahku jadi pembuangan ludah si penghasut dan si pendengki.Semua rela kulakukan agar engkau ridha.
9. Mencintai kalam Allah.
عَنْ عَمْرِو بْنِ مُرَّةَ قَالَ قَالَ لِي النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ اقْرَأْ عَلَيَّ قُلْتُ آقْرَأُ عَلَيْكَ وَعَلَيْكَ أُنْزِلَ قَالَ فَإِنِّي أُحِبُّ أَنْ أَسْمَعَهُ مِنْ غَيْرِي فَقَرَأْتُ عَلَيْهِ سُورَةَ النِّسَاءِ حَتَّى بَلَغْتُ } فَكَيْفَ إِذَا جِئْنَا مِنْ كُلِّ أُمَّةٍ بِشَهِيدٍ وَجِئْنَا بِكَ عَلَى هَؤُلَاءِ شَهِيدً{ قَالَ أَمْسِكْ فَإِذَا عَيْنَاهُ تَذْرِفَانِ
Dari ‘Amru bin Murrah dia berkata; Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda kepadaku: “Bacakanlah Al Qur’an kepadaku! Aku berkata; Bagaimana aku membacakan kepadamu, padahal Al Qur’an diturunkan kepadamu? Beliau menjawab: “Sesungguhnya aku suka mendengarkannya dari orang lain.” Lalu aku membacakan kepada beliau surat An Nisa hingga tatkala sampai ayat; Maka bagaimanakah (halnya orang kafir nanti), apabila Kami mendatangkan seseorang saksi (rasul) dari tiap-tiap umat dan Kami mendatangkan kamu (Muhammad) sebagai saksi atas mereka itu (sebagai umatmu (An Nisa; 41), ” beliau berkata; ‘Cukup.’ Dan ternyata beliau mencucurkan air mata (menangis). (HR. Bukhari, Muslim, dan Ahmad)
10. Taubat yang dibarengi dengan khauf (cemas) dan raja’ (harap).
مَنْ خَشِيَ الرَّحْمَنَ بِالْغَيْبِ وَجَاءَ بِقَلْبٍ مُنِيبٍ (33)
(Yaitu) orang yang takut kepada Tuhan yang Maha Pemurah sedang Dia tidak kelihatan (olehnya) dan Dia datang dengan hati yang bertaubat, (QS. Qaaf[50]: 33)
11. Menyesal, jika lupa mengingat Allah.
عَنْ عَائِشَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ إِذَا فَاتَتْهُ الصَّلَاةُ مِنْ اللَّيْلِ مِنْ وَجَعٍ أَوْ غَيْرِهِ صَلَّى مِنْ النَّهَارِ ثِنْتَيْ عَشْرَةَ رَكْعَةً
Dari ‘Aisyah, bahwa apabila Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam ketinggalan shalat malam karena sakit atau lainnya, maka beliau melaksanakan shalat pada siangnya sebanyak dua belas rakaat.” (HR. Muslim dan Ahmad)
12. Lemah lembut kepada hamba Allah dan tegas kepada musuh-Nya.
مُحَمَّدٌ رَسُولُ اللَّهِ وَالَّذِينَ مَعَهُ أَشِدَّاءُ عَلَى الْكُفَّارِ رُحَمَاءُ بَيْنَهُمْ …(29)
Muhammad itu adalah utusan Allah dan orang-orang yang bersama dengan Dia adalah keras terhadap orang-orang kafir, tetapi berkasih sayang sesama mereka… (QS. Al-Fath[48]: 29)
Penulis: KH. Sudirman, S.Ag.
(Tokoh Muhammadiyah dan Pembina Yayasan Tajdidul Iman)





















![Pembahasan Fiqih Edisi 162 (Shalat Bagian 127): Siapakah yang Paling Berhak Menjadi Imam (Yang Paling Banyak hafalannya ataukah yang Paling Faqih[Alim])?](https://tajdiduliman.or.id/wp-content/uploads/2024/10/IMG-20241004-WA0002-75x75.jpg)
