Dedikasi pelayanan peduli ummat walau dihari libur bagi tim Pengurus Jenazah Tajdidul Iman (PJTI) binaan salah satu ulama Makassar, KH Sudirman, S.Ag adalah hal yang biasa.
Buktinya pada Rabu 27 Mei 2026, tim PJTI Ikhwan dan Akhwat terus bertugas melayani jenazah. Tercatat ada 2 jenazah di hari tersebut harus mereka layani. Namun disisi lain tim PJTI ini juga adalah panitia Qurban di masjidnya masing masing.
Begitupula tim PJTI, akhwat yang harus mengurus rumah tangga, hingga mempersiapkan masakan hewan qurban hasil pemberian panitia masjid untuk dikelolah menjadi makanan bagi keluarganya harus ditinggalkan sementara.

“Iye ini tugas kemanusiaan, kami tidak mengenal tanggal merah atau hari libur; panggilan untuk membantu sesama, baik dalam tanggap darurat bencana, layanan medis, maupun aksi sosial seperti mengurus jenazah seperti hari ini, tetap harus kami utamakan.” Ujar salah satu tim relawan PJTI Ikhwan yang minta namanya tidak ditulis.
Hal ini, sambung sumber sebagai bentuk komitmen mereka dalam memberi pelayanan yang terbaik bagi ummat. “Dedikasi ini menjadi kunci utama PJTI dalam memastikan masyarakat yang sedang membutuhkan bantuan untuk kami bantu. Dan tentu saja kami ikhlas melakukannya” tandas sumber tadi
Pada Hari Raya Qurban tersebut, Rabu (27/5), tim Ikhwan mendapat tugas untuk mengurus jenazah seorang kakek bernama almarhum Tallasa 96 tahun yang tinggal di jalan Datuk Ditiro 2 no.23/3 Makassar dan telah di makamkan di Pemakaman Butta Tianang usai shalat Ashar.
Dihari yang sama, disaat saat orang orang sementara menyembelih hewan Qurban pagi sekira pukul 11.00 siang, tim akhwat PJTI harus berangkat ke rumah duka Jalan Gassing Daeng Tiro terletak di Kelurahan Batang Kaluku, Kecamatan Somba Opu, Kabupaten Gowa, untuk mengurus jenazah Akhwat bernama almarhumah Fatmawati Zain (36 tahun). Almarhum telah dikebumikan di pekuburan Karaeng Tappa, Jalan Matahari, Batangkaluku, Kabupaten Gowa,
Sehari sebelumnya atau Selasa 26/5/2026, tim akhwat juga mendapat amanah mengurus jenazah seorang nenek bernama Ramlah berusia 90 tahun dan tinggal di jalan Sinassara lorong 08 RT 09 Makassar dan telah dimakamkan di Kabupaten Takalar usai shalat Dhuhur pada hari itu juga.
“Iye meski hari libur, demi tugas kemanusiaan ndak masalah, kami ikhlas, ini adalah panggilan jiwa untuk membantu sesame, kapan dan dimanapun kami diamanahkan” tegas relawan PJTI tersebut (*)




















