Puluhan Santri dari pondok pesantren Muhammadiyah Boarding School (MBS) Awwalul Islam Makassar, mengikuti Rihlah Ilmiah berupa kajian rutin atau taklim di kediaman direktur MBS KH. Sudirman, S.Ag. jalan Rappokalling, kota Makassar. Ahad, 13 April 2025, pagi
Dalam kegiatan tersebut para santri didamping sejumlah pendamping, diantaranya, Kiai Pondok, Ustadz Mas’udi Baharuddin, Musyrif, Ustadz Hidayat Rasyid, Ustadz Abdul Muhsin dan Ustadz Ahmad Fadil.
Dijelaskan salah satu Musyrif atau pembimbing Rihlah ilmiah ini adalah kegiatan Santri MBS yang dilakukan untuk menuntut ilmu, mencari guru, dan tempat belajar yang baik.
“Dalam tradisi pondok MBS, rihlah ilmiah juga merupakan perjalanan ibadah untuk mendapatkan kemuliaan dan pahala. Rihlah ilmiah juga dapat diartikan sebagai studi tour, yaitu kegiatan belajar di luar kelas.” Ujar salah satu Musyrif tersebut.
Menurutnya, manfaat rihlah ilmiah ini untuk melatih kemandirian dan kedisiplinan, Membentuk keberanian dan kejujuran, serta mengajarkan untuk bekerja sama dalam tim, dan mendapatkan pengalaman dan wawasan baru.
Dalam tauziahnya Direktur MBS, KH Sudirman S.Ag, menekankan kepada para santri untuk melakukan muhasabah diri setelah Ramadhan. “Muhasabah ini sangat penting untuk menilai diri kita sendiri, Perubahan apa yang telah terjadi dalam diri kita. Apakah ada peningkatan dalam akhlak dan Ilmu” ujar Kiai.
Kemudian Kiai yang juga wakil ketua PD Muhammadiyah Kota Makassar itu, mengajarkan kepada seluruh jamaah yang hadir untuk membuat Komitmen bersama keluarga. “Ayo kita susun program rutin setelah Ramadhan, Intensifkan berkumpul bersama orang orang saleh, dan kepada Santri saya berpesan agar kita tetap Istiqamah dalam menambah ilmu” tandas Kiai Sudirman,
Dari pantauan wartawan media ini, sejumlah santri nampak serius mengkuti kajian tersebut dengan sungguh sungguh. (tim)






















