Founder sekaligus pembina Tajdidul Iman, KH Sudirman S.Ag, menyambut baik keinginan salah seorang santri, bernama Muhammad Akram (14) yang hanya dalam waktu 2 tahun, 2 bulan khatam 30 Juz, untuk melanjutkan pendidikannya di tahun 2025 ini untuk masuk ke Pesantren Modern Muhammadiyah Boarding School (MBS) Awwalul Islam, Parangloe, kota Makassar, Sulsel.
Seperti diketahui, selain sebagai pendiri dan pembina di Tajdidul Iman, Kiai Sudirman, S.Ag juga Direktur MBS Makassar. Makanya wakil ketua PD Muhammadiyah kota Makassar itu, memberi respon positif keinginan Muhammad Akram untuk melanjutkan studinya masuk di MBS Makassar.
“Tentu kami sangat bangga, dengan pilihan nanda Muhammad Akram untuk melanjutkan studinya di MBS. Hal ini merupakan suatu Kehormatan bagi kami. Apalagi Akram pernah meraih beberapa kejuaraan di tingkat Nasional” terang Kiai Sudirman, Senin (17/3/2025).
Dari informasi yang diterima redaksi, Muhammad Akram yang berasal dari Ma’had Tahfidz Al-Quran Ath-Thur itu, melihat MBS yang saat ini di nakhodai KH. Sudirman, S.Ag, akan mengalami banyak kemajuan dengan konsep pendidikan yang berkualitas dan bermutu dan telah dicanangkan Kiai Sudirman.
Ada beberapa kejuaraan lomba tingkat nasional yang pernah diraih Akram, diantaranya, menjuarai lomba Tahfizh di OlympicAD VII, di Bandung dengan meraih medali Perak. Kemudian sebagai harapan 1 lomba Tahfizh, yang diadakan STIBA Makassar. Untuk medali emas Akram berturut turut meraihnya pada kejuaraan Tahfizh di OASE IX As-Salaam di kota Solo, Jawa Tengah. Kemudian Juara 1 lomba Tahfizh di SPECTABA, dan Juara 1 lomba Tahfizh SIDE EO, yang kesemuanya dilaksanakan secara Online.
Sementara untuk tingkat provinsi dan kabupaten kota, Akram meraih Juara 2 lomba Tahfizh di AIZ-FC Vol. 2 yang dilaksanakan SIT Al-Izhar Makassar, Juara 3 lomba Tahfizh di Al-Quds Competition Vol. 1 diadakan SIT Ar-Rahmah, Juara 2 lomba Tahfizh di Semarak Ramadan Arifah Vol. 4
Akram juga Juara 1, 2, 3 lomba Tahfizh di Muallimin Award Vol. 9, lalu Juara 1 lomba Tahfizh di ALYIF Vol. 11 di SIT Al-Azhar, kemudian Juara 1 lomba Tahfizh di IQIS Islamic Fest, Juara 2 lomba Tahfizh di Milad UIN Alauddin Makassar. Dirinya juga Juara 1 lomba Tahfizh di Pondok Asy-Syatibhii Gowa Juara 1 Lomba Tahfizh 10 Juz dan Juara 2 Lomba Tahfizh 10 Juz.
“Insya Allah di MBS para santri bukan hanya bisa menghafal Al-Quran saja, tapi kami akan mengajari mereka berjiwa dan berprilaku Al-Quran. Caranya dengan mentaddaburi Al-Quran, ini salah satu target kami dalam membumikan Al-Quran dalam kehidupan santri sehari hari.” Urai Kiai Sudirman.
Seperti di ketahui MBS didirikan sebagai pusat pendidikan, kaderisasi, dakwah, dan pelayanan ummat dalam rangka mencerdaskan kehidupan umat manusia. (tim)






















