Dalam lanjutan safari dakwah akbar Dzulhijjah 1447 H, yang dilaksanakan Yayasan Tajdidul Iman (YTI) hari ketiga di masjid Muhajirin jalan Rappokalling Makassar, Rabu (20/5/2026) atau bertepatan dengan 3 Dzulhijjah, Kiai Sudirman kembali mengupas masalah Aqidah.
Menurut Kiai, pengokohan akidah itu sangat penting dan akan menggairahkan umat dalam beribadah. “Sebab akidah satu paket, dengan ibadah. Ibarat pohon ada akarnya yang kuat yang masuk ke dalam tanah, mencari makanan. Batang akan besar, tinggi, menjulang. Itulah ibadah.” Kata Kiai dihadapan ratusan jamaah yang berjubel memadati masjid tersebut.
Jangan mimpi, sambung Kiai Sudirman, jamaah bisa bangun shalat Tahajud jika tdak ada energi dari akar yang bernama akidah. Jangan pernah bisa menikmati sedekah, kalau bukan dorongan dari dalam yang disebut dengan imam.
“Keyakinan akidah kita. Zikir dan Doa itu juga ibadah, gampang diteorikan tapi tidak gampang dipraktikkan karena dia harus hadir dari akidah yang benar. Kalau akidah kita bagus, Insya Allah semua persoalan akan bisa teratasi dengan baik” ungkap Kiai Sudirman sambil mencontohkan kegigihan para sahabat seperti Abdullah Ibnu Umar, Abdullah Ibnu Abbas, dan para sahabat-sahabat lain yang kala itu masih kecil pada zamannya.
Untuk berjuang di jalan Allah atau Jihad, para sahabat tadi, sambung Kiai terpaksa harus naik ke atas batu agar terlihat lebih tinggi dan dianggap sudah dewasa, agar bisa diterima sebagai pejuang fisabilillah.
“Mereka (sahabat kecil-red) memilih mati syahid, karena ada Iman yang bersumber dari Aqidah yang kuat dan benar dalam dirinya. Begitupula para jamaah yang jauh jauh mau mengikuti kajian ini, masuk ke lorong-lorong, hujan-hujan, banjir, menahan lapar dan haus, itu semua karena Iman yang bersumber dari Aqidah yang kuat” Papar Kiai Sudirman
Semua orang orang beriman, sambung wakil ketua Muhammadiyah Makassar itu, akan merasakan kenikmatan. Hal ini ujar Kiai Sudirman, sebab orang berakidah akan melihat sesuatu yang tidak dilihat oleh orang biasa.
“Melihat apa? melihat perjalanannya ke depan. Ada kubur, ada mahsyar, ada hisab, ada mizan, ada sirat, ada surga, ada neraka. Dan itu tidak akan dilihat oleh orang yang tidak berakidah dengan baik. Jadi mari kita perbaiki akidah kita dengan mengikuti apa yang telah diajarkan oleh Nabi Ibrahim AS.
Dari hasil pantauan wartawan media ini, kegiatan safari dakwah akbar Dzulhijjah tersebut, juga dihadiri para jamaah masjid, jamaah Tajdidul Iman dan masyarakat umum yang ingin mendengarkan kajian yang dibawakan Kiai Sudirman (tim)




















