Sebanyak 85 orang panitia RIhlah Akbar ke 9 dan pengurus Yayasan Tajdidul Iman (YTI) merayakan kegembiraan mereka di tempat wisata Je’ne Tallasa Sileo, Bajeng Kabupaten Gowa, Ahad (17/05/26) pagi.
Menurut pembina dan pendiri YTI, KH. Sudirman, dipilihnya tempat tersebut karena pemilik permandian Je’ne Tallasa tersebut juga jamaah YTI yang bernama H. Baharuddin Lebe yang akrab di panggil haji Ampa.
“Alhamdulillah kita di kasih kemudahan dengan pemakaian tempat aula yang gratis, disiapkan makanan oleh pemilik permandian H. Ampa dan tiket masuk cuma membayar 50 persen saja” ujar Kiai Sudirman.
Selain itu, dirinya juga merasa bersyukur kegiatan Rihlah Akbar ke 9 yang dilaksanakan 2 dan 3 Mei di wisata alam Tappawita, dusun Arra, desa Tompobulu, kecamatan Tombulu, kabupaten Maros berjalan aman dan lancar.
“Alhamdulillah kita semua bersyukur kepada Allah SWT, atas karunia yang diberikan, sehingga kegiatan Rihlah Akbar ke 9 berjalan dengan baik, aman dan lancar. Meski ada sedikit riak riak adanya peserta yang sakit, namun secara keseluruhan kegiatan ini Sukses…Sukses!” kata Kiai dengan menyebut sukses dua kali.
Namun begitu Kiai berharap, agar Rihlah Akbar ke 10 nantinya pada tahun 2027 mendatang dapat lebih baik lagi. “Insya Allah kita akan membidik kabupaten Pangkep untuk Rihlah ke 10, sebab Barru sudah, Maros juga sudah. Maka kita bidik Pangkep, kita akan cari tempat wisata yang strategis di Pangkep untuk Rihlah ke 10” terang Kiai.
Acara penutupan tersebut dilanjutkan dengan shalat Dhuhur dan makan bersama seluruh panitia. Uniknya, menu yang disajikan, semuanya berupa Ikan yang disiapkan pengelola wisata. Ada yang dibakar dalam bambu dan ikan berkuah atau Pallu Kalloa, disertai cobe’cobe’nya Bajeng adapula yang digoreng.
“Kita diperintahkan untuk memberi yang terbaik bagi semua panitia dan pengurus YTI dengan menu Ikan yang di bakar, dimasak, digoreng serta Ikan Bakar Bambu yang di daerah sini disebut, Juku Bulo” terang daeng Nai salah satu karyawan di permandian tersebut.
Usai santap, siang sebahagian peserta balik ke Makassar dan sebahagian lagi masih tinggal menikmati keceriaan bersama. (*)





















