Hadits Pertama
…عَبْدَ اللَّهِ بْنَ عُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا قَالَ رَأَيْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ افْتَتَحَ التَّكْبِيرَ فِي الصَّلَاةِ فَرَفَعَ يَدَيْهِ حِينَ يُكَبِّرُ حَتَّى يَجْعَلَهُمَا حَذْوَ مَنْكِبَيْهِ
“Abdullah bin ‘Umar radliallahu ‘anhuma berkata, “Aku melihat Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam memulai shalat dengan bertakbir. Beliau mengangkat kedua tangannya ketika bertakbir hingga meletakkan kedua tangannya sejajar dengan pundaknya…” (HR. Bukhari)
Hadits Kedua
…ابْنَ عُمَرَ قَالَ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا قَامَ لِلصَّلَاةِ رَفَعَ يَدَيْهِ حَتَّى تَكُونَا حَذْوَ مَنْكِبَيْهِ ثُمَّ كَبَّرَ
“Ibnu Umar berkata, “Rasululllah apabila mendirikan shalat maka beliau mengangkat kedua tangannya hingga menjadi sejajar dengan kedua pundaknya, kemudian bertakbir…” (HR. Muslim)
Hadits Ketiga
…عَنْ مَالِكِ بْنِ الْحُوَيْرِثِ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ إِذَا كَبَّرَ رَفَعَ يَدَيْهِ حَتَّى يُحَاذِيَ بِهِمَا أُذُنَيْهِ
“Dari Malik bin al-Huwairits bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam apabila bertakbir maka beliau mengangkat kedua tangannya hingga sejajar dengan kedua telinganya, dan apabila rukuk maka beliau mengangkat kedua tangannya hingga sejajar dengan kedua telinganya…” (HR. Bukhari dan Muslim)
Hadits Keempat
عَنْ أَبِيْ هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ، قَالَ: كَانَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَ دَخَلَ فِي الصَّلاَةِ، رَفَعَ يَدَيْهِ مَدًّا، [وَأَشَارَ أَبُوْ عَامِرٍ بِيَدِهِ، وَلَمْ يُفَرِّجْ بَيْنَ أَصَابِعَهِ وَلَمْ يَضُمَّهَا]
“Dari Abu Hurairah radhiyallahu anhu, ia berkata, “Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam apabila memulai shalat, beliau menegakkan (jari-jemarinya lurus ke atas).” [Abu Amir (salah seorang perawi) mengisyaratkan dengan tangannya, dia tidak merenggangkan jari-jarinya dan tidak pula merapatkannya.] (HR. Abu Daud)
Cara mengangkat tangan ada 3 (Kaitannya dengan suara takbir)
1. Bersamaan dengan takbir : Perhatikan Hadits pertama
2. Sebelum bertakbir : Perhatikan Hadits kedua
3. Setelah bertakbir : Perhatikan Hadits ketiga
Cara mengangkat tangan (Kaitannya dengan ujung jari)
1. Sejajar dengan Bahu (Pundak) : Perhatikan Hadits pertama
2. Sejajar dengan Telinga : Perhatikan Hadits ketiga
Cara mengangkat tangan (Kaitannya dengan keadaan jari-jari) : Perhatikan Hadits keempat, yakni dengan tidak merenggangkan jari-jarinya dan tidak pula merapatkannya.
Penulis: KH. Sudirman, S.Ag.
(Tokoh Muhammadiyah dan Pembina Yayasan Tajdidul Iman)






















