Dari segi yang kedua, Al-Qur’an tidak hanya menyebut satu lafazh untuk makna shalat, tetapi dengan berbagai macam lafazh, di antaranya:
1. Kadang-kadang disebutkan dengan lafazh dzikr. Hal itu telihat bila yang dimaksud adalah shalat Jum’at. Firman Allah Ta’ala:
فَاسْعَوْا إِلَى ذِكْرِ اللَّهِ … (9)…
… Maka bersegeralah kamu kepada mengingat Allah… (QS. Al-Jumu’ah[62]: 9)
Disebut juga dengan lafazh dzikr, yang dimaksud adalah shalat ashar. Sebagaimana firman Allah dengan perantaraan ucapan Nabi Sulaiman:
إِنِّي أَحْبَبْتُ حُبَّ الْخَيْرِ عَنْ ذِكْرِ رَبِّي … (32)…
… “Sesungguhnya aku menyukai kesenangan terhadap barang yang baik (kuda) sehingga aku lalai mengingat Tuhanku (yang dimaksud adalah shalat Ashar)… (QS. Shaad[38]: 32)
Kemudian disebutkan pula dengan lafazh dzikr, yang dimaksud adalah shalat yang lima waktu. Firman Allah Ta’ala:
فَإِذَا أَمِنْتُمْ فَاذْكُرُوا اللَّهَ … (239)…
… Kemudian apabila kamu telah aman, Maka sebutlah Allah (shalatlah)… (QS. Al-Baqarah[2]: 239)
2. Kadang-kadang disebut dengan lafazh istighfar. Dalam hal ini Al-Hakim At-Tirmidzi menjelaskan firman Allah Ta’ala:
وَبِالْأَسْحَارِ هُمْ يَسْتَغْفِرُونَ (18)
Dan selalu memohonkan ampunan diwaktu pagi sebelum fajar. (QS. Adz-Dzariyat[51]: 18)
Maksud ayat tersebut menurut Al-Hakim At-Tirmidzi: Mereka melakukan shalat, karena di dalam shalat itu terdapat permohonan ampun kepada Allah. Kemudian firman Allah Ta’ala:
وَمَا كَانَ اللَّهُ لِيُعَذِّبَهُمْ وَأَنْتَ فِيهِمْ وَمَا كَانَ اللَّهُ مُعَذِّبَهُمْ وَهُمْ يَسْتَغْفِرُونَ (33)
Dan Allah sekali-kali tidak akan mengazab mereka, sedang kamu berada di antara mereka. dan tidaklah (pula) Allah akan mengadzab mereka, sedang mereka meminta ampun. (QS. Al-Anfaal[8]: 33)
Menurut Ad-Damighani maksudnya yaitu, “Selama mereka mendirikan shalat.”
3. Kadang-kadang disebut dengan lafazh Rukuk. Firman Allah Ta’ala:
وَارْكَعُوا مَعَ الرَّاكِعِينَ (43)…
… Dan ruku’lah beserta orang-orang yang ruku’. (QS. Al-Baqarah[2]: 43)
4. Kadang-kadang disebut dengan lafazh sujud. Firman Allah Ta’ala:
وَتَقَلُّبَكَ فِي السَّاجِدِينَ (219)
Dan (melihat pula) perobahan gerak badanmu di antara orang-orang yang sujud. (QS. Asy-Syu’ara[26]: 219)
Menurut tafsir Al-Bukhari, yang dimaksudkan dengan orang-orang yang sujud di dalam ayat tersebut adalah orang-orang yang shalat.
5. Kadang-kadang disebut dengan lafah Iman. Firman Allah Ta’ala:
وَمَا كَانَ اللَّهُ لِيُضِيعَ إِيمَانَكُمْ … (143)…
… Dan Allah tidak akan menyia-nyiakan imanmu… (QS. Al-Baqarah[2]: 143)
6. Kadang-kadang disebut dengan lafazh Qur’an
إِنَّ قُرْآنَ الْفَجْرِ كَانَ مَشْهُودًا (78)…
… Sesungguhnya shalat subuh itu disaksikan (oleh malaikat). (QS. Al-Isra[17]: 78)
7. Kadang-kadang disebut dengan lafazh qunut. Sebagaimana firman Allah Ta’ala:
أَمَّنْ هُوَ قَانِتٌ آنَاءَ اللَّيْلِ سَاجِدًا وَقَائِمًا … (9)
(Apakah kamu Hai orang musyrik yang lebih beruntung) ataukah orang yang beribadat di waktu-waktu malam dengan sujud dan berdiri… (QS. Az-Zumar[39]: 9)
8. Kadang-kadang disebut dengan lafazh hasanaat. Firman Allah Ta’ala:
إِنَّ الْحَسَنَاتِ يُذْهِبْنَ السَّيِّئَاتِ … (114)…
… Sesungguhnya perbuatan-perbuatan yang baik itu menghapuskan (dosa) perbuatan-perbuatan yang buruk… (QS. Huud[11]: 114)
Demikianlah berdasarkan tafsir Ath-Thabari tentang ayat tersebut sesuai dengan pendapat Ibnu Abbas, Ka’ab, Al-Hasan, Adh-Dhahak, dan selainnya.
Demikianah beberapa makna shalat yang terkandung di dalam Al-Qur’an.
Diringkas Dari: Kitab Pemahama Salat dalam Al-Qur’an Karya Dr. Nahd bin Abdurrahman bin Sulaiman Arrumi
Penulis: KH. Sudirman, S.Ag.
(Tokoh Muhammadiyah dan Pembina Yayasan Tajdidul Iman)






















