A. Pengertian
Kata At-Tatswib bermakna mengulangi pengumuman setelah pengumuman, dan digunakan untuk menyebut ucapan muadzin ash shalatu khairun minan naum (الصلاة خير من النوم) pada adzan shalat Subuh.
B. Dalil Pensyariatannya
At-Tatswib disyariatkan berdasarkan hadits Abul Mahdzurah yang berbunyi:
فَإِنْ كَانَ صَلَاةُ الصُّبْحِ قُلْتَ الصَّلَاةُ خَيْرٌ مِنْ النَّوْمِ الصَّلَاةُ خَيْرٌ مِنْ النَّوْمِ اللَّهُ أَكْبَرُ اللَّهُ أَكْبَرُ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ
Jika shalat Subuh, aku mengucapkan : الصَّلَاةُ خَيْرٌ مِنْ النَّوْمِ الصَّلَاةُ خَيْرٌ مِنْ النَّوْمِ اللَّهُ أَكْبَرُ اللَّهُ أَكْبَرُ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ (HR Abu Dawud, An-Nasa-i dari Abu Mahdzurah dan dishahihkan al-Albani)
C. Waktu Diucapkan At-Taswib
1. Pada adzan awal sebelum waktu shubuh (pendapat Abu Hanifah, Abu Yusuf dan Muhammad ra, Ibnu Ruslan, Imam Ash-Shan’ani, Syaikh Al-Albani, Imam Ath-Thahawi)
كَانَ ابْنُ عُمَرَ فِيْ الأَذَانِ الأَوَلِ بَعْدَ الْفَلاَحِ الصَّلاَةُ خَيْرٌ منَ النَّوْمِ مَرَّتَيْنِ
Ibnu Umar dahulu berkata pada adzan awal setelah al falaah (ucapan) : الصَّلاَةُ خَيْرٌ منَ النَّوْمِ dua kali. (HR. Abu Dawud, A-Nasa’i, Ath-Thahawi)
وَإِذَا أَذَّنْتَ بِالْأَوَّلِ مِنْ الصُّبْح فَقُلْ الصَّلَاةُ خَيْرٌ مِنْ النَّوْمِ
Dan jika kamu beradzan di awal dari Subuh, maka ucapkanlah : الصَّلَاةُ خَيْرٌ مِنْ النَّوْمِ.(HR Abu Dawud, An Nasa-i, Ath Thahawi dan lainnya, dan hadits ini tercantum dalam Shahih Abu Dawud, no. 510-516)
كَانَ فِيْ الأَذَانِ الأَوَلِ بَعْدَ الْفَلاَحِ الصَّلاَةُ خَيْرٌ منَ النَّوْمِ مَرَّتَيْنِ
Dahulu berkata pada adzan awal setelah al falaah : الصَّلاَةُ خَيْرٌ منَ النَّوْمِ dua kali. (HR. Al-Baihaqi, Ath-Thahawi dari Ibnu Umar, dihasankan oleh Ibnu Hajar)
CATATAN: At-Taswib disyariatkan pada adzan shubuh pertama (seperempat jam sampai satu jam sebelum masuk waktu) sebagaimana pada hadits Ibu Umar di atas dan adapun hadits Abu Mahdzurah yang meskipun bersifat umum akan tetapi dibatasi (ditahqiq) oleh hadits yang lain yaitu hadits Abu Dawud, An-Nasa’i dan Ath-Thahawi sebagaimana yang disebutkan oleh Ash-Shan’ani dalam Subulus Salam (jilid 1/167-168)
2. Dilakukan pada adzan shubuh, yaitu pada adzan kedua (pendapat Syaikh Shaleh Al-Utsaimin, Lajnah Daimah lil Buhuts Islamiyah wa al Ifta’ (Saudi Arabia))
وَإِذَا أَذَّنْتَ بِالْأَوَّلِ مِنْ الصُّبْح فَقُلْ الصَّلَاةُ خَيْرٌ مِنْ النَّوْمِ
Dan jika kamu beradzan di awal dari Subuh, maka ucapkanlah : الصَّلَاةُ خَيْرٌ مِنْ النَّوْمِ.(HR Abu Dawud, An Nasa-i, Ath Thahawi dan lainnya dari Abu Mahdzurah)
Adzan pertama yang dimaksud pada hadits ini adalah bukan adzan yang sesungguhnya yakni hanya untuk membangunkan. Jadi, belum terhitung sebagai adzan pertama sebagai waktu masuknya shubuh. sebagaimana hadits Abu Mahdzurah yang lain yaitu:
فَإِنْ كَانَ صَلَاةُ الصُّبْحِ قُلْتَ الصَّلَاةُ خَيْرٌ مِنْ النَّوْمِ الصَّلَاةُ خَيْرٌ مِنْ النَّوْمِ
Jika shalat Subuh, aku mengucapkan: الصَّلَاةُ خَيْرٌ مِنْ النَّوْمِ الصَّلَاةُ خَيْرٌ مِنْ النَّوْمِ (HR. Abu Dawud, An-Nasa-i dari Abu Mahdzurah dan dishahihkan al-Albani)
Berarti betul-betul sudah masuk waktu shubuh baru adanya ucapan ini (adzan kedua), sedangkan sebutan pada hadits di atas yakni adzan pertama adalah makna adzan dalam pengertian umum yaitu pemberitahuan. Dalam hadits:
بَيْنَ كُلِّ أَذَانَيْنِ صَلاَةٌ
Antara dua adzan ada shalat sunnah. (Shahih Bukhari)
Dalam hadits ini ada perkataan “antara dua adzan” berarti maksudnya antara adzan dan iqamah karena iqamah juga bermakna adzan yang kedua maka adzan yag pertama yang dimaksud dalam hadits Abu Mahdzurah di atas adalah adzan yang sesungguhnya setelah masuk waktu, bukan sebelum masuk waktu
Penulis: KH. Sudirman, S.Ag.
(Tokoh Muhammadiyah dan Pembina Yayasan Tajdidul Iman)






















