رُصُّوا صُفُوفَكُمْ وَقَارِبُوا بَيْنَهَا وَحَاذُوا بِالْأَعْنَاقِ فَوَالَّذِي نَفْسِي بِيَدِهِ إِنِّي لَأَرَى الشَّيْطَانَ يَدْخُلُ مِنْ خَلَلِ الصَّفِّ كَأَنَّهَا الْحَذَفُ
Rapatkan shaf shaf kalian, dekatkanlah jarak antara keduanya, dan sejajarkanlah antara leher-leher. Demi Dzat yang jiwaku berada di TanganNya, sesungguhnya saya melihat setan masuk ke dalam celah celah shaf itu, tak ubahnya bagai anak kambing kecil. (HR. Abu Dawud, An-Nasa’i. Dishahihkan oleh Al-Albani)
إِنَّ الشَّيْطَانَ لَكُمْ عَدُوٌّ فَاتَّخِذُوهُ عَدُوًّا … (6)
Sesungguhnya syaitan itu adalah musuh bagimu, Maka anggaplah ia musuh(mu),… (QS. Fathir[35]: 6)
Faidah-faidah Hadits dan Ayat di Atas:
- Shaf kaum muslimin tidak boleh terputus.
- Betapa besarnya ancaman bagi yang suka merusak shaf-shaf kaum muslimin yang diserupakan dengan setan.
- Tidak ada kompromi dengan shaf setan dalam berjuang karena dia adalah musuh yang nyata.
- Semua ruang dalam barisan kaum muslimin harus diisi oleh orang-orang yang beriman (taat) dan jangan mempersilakan, mendukung langkah-langkah musuh dalam tempat yang mulia untuk mengisinya.
- Jangan bershaf dengan setan lalu menjauhi saudara sesama mukmin, jangan menyambut setan tetapi mengusir orang beriman, jika orang berimn tidak mengisi tempat yang baik maka setan yang mengisinya.
Penulis: KH. Sudirman, S.Ag.
(Tokoh Muhammadiyah dan Pembina Yayasan Tajdidul Iman)






















