Dalam kegiatan rapat panitia Rihlah Akbar ke 9 yang digelar di Markas 2 Tajhdidul Iman jalan Adipura Makassar, Sabtu (18/4/2026) siang, terungkap usulan penggunaan tenda mini bagi peserta yang ingin menikmati serunya alam bebas di Tappawita Ara Highland Tompobulu kabupaten Maros.
Usulan ini diungkapkan Wakil Ketua Yayasan Tajdidul Iman, ustad Awaluddin yang juga ketua seksi Akomodasi dalam kegiatan yang akan digelar pada awal bulan Mei mendatang itu.
“Saya mengusulkan bagi peserta yang ingin menikmati keindahan alam Tappawita, dapat menggunakan tenda mini, yang bisa dibawa sendiri atau menyewanya.” Ungkap ustad Awaluddin.
Ia menilai dengan adanya tenda tersebut, peserta dapat mengatur jarak dengan lokasi utama, tempat digelarnya Rihlah Akbar di Aula Tappawita.
“Hal ini sangat menguntungkan bagi peserta, sebab mereka tidak perlu jauh jauh berada dari ruang utama (Aula), dan semuanya sangat praktis (bisa dibawa kemana saja-red)” ungkapnya
Hal yang sama diungkapkan Muhammad Sabran, salah satu guru Tahfidz Quran Makassar, saat membawa anak didiknya camping di Tappawita Maros beberapa waktu lalu.
Sabran menyebut keseruan tidur dalam tenda, di alam terbuka memiliki sensasi yang sangat luar biasa dan pengalaman yang tak terlupakan,
“Kami (memasang tenda–red) berjejer diatas jembatan Tappawita dengan jumlah tenda ada 20-an, sebahagian anak didik tidur di rumah kurcaci, tapi bagi kami tidur dialam terbuka, di dalam tenda sendiri jauh lebih enak dan tidak mengganggu orang lain. Apalagi kamar mandi dan wcnya dekat (dari tenda-red)” Terang Sabran.
Namun disisi lain, panitia juga menyiapkan tenda raksasa yang merupakan bantuan dari Pemkab Maros, “Jumlahnya ada 2 buah tenda raksasa yang bisa menampung sekira 40 orang peserta pertenda. Insya Allah penempatannya akan dipasang dilapangan dekat aula utama” tambah ustad Awaluddin.
Sejauh ini sambung Awaluddin, panitia telah mencover seluruh penginapan yang berada di area Tappawita, mulai dari rumah kurcaci hingga rumah adat Manado yang berjarak kurang lebih 500 meter dari lokasi aula Tappawita berada.
Dalam rapat tersebut, juga dibicarakan masalah konsumsi, transportasi, hingga pengisi acara.
Hadir Ketua dewan pembina KH. Sudirman, S.Ag, Ketua Yayasan Tajdidul Iman, ustad Ahmad Baduddin, Wakil Ketua Yayasan, Awaluddin, Sekretaris Yayasan, ustad Ikhwan Muin yang juga ketua panitia, sekretaris panitia, Muh Iqbal serta sejumlah seksi seksi. (*)




















