46. Tanda-tanda cinta yang benar adalah mengorbankan jiwa dan harta demi mencapai keridhaan Sang Kekasih. (Miftahu Daris-Sa’adah)
47. Keadaan hamba ketika dicintai Allah adalah lebih agung dibanding ketika ia mencintai Allah. Karena persoalannya bukan bagaimana Anda mencintai Allah, tapi bagaimana Allah mencintai Anda. (Raudhatul-Muhibbin)
48. Cinta Allah adalah untuk hamba-Nya, dan hamba yang ingin mendapat cinta Allah harus memenuhi syarat-syaratnya, yaitu mengagungkan dan memuliakan Allah, memuji-Nya, mengingat-Nya, dan menumbuhkan rasa takut di hati terhadapnya. (Bada’il-Fawa’id)
49. Jiwa hamba hanya dapat tentram di bawah naungan pohon kebaikan yang rindang, dan nasib para pencinta diputuskan pada hari kiamat kelak. Kondisikanlah hati seperti ketika beristrahat di pohon kebaikan, maka keletihan pun akan menjadi ringan bagi Anda. Persiapkan diri untuk menghadapi hari mendatang, maka segala beban pun akan menjadi enteng bagi Anda. (Bada’il-Fawa’id)
50. Gudang permata itu disimpan di tengah malam yang sunyi.karena itu ikutilah jejak-jejak para pencinta, agar Anda pun bisa menemukan gudang itu. (Bada’il-Fawa’id)
Penulis: KH. Sudirman, S.Ag.
(Tokoh Muhammadiyah dan Pembina Yayasan Tajdidul Iman)






















