CATATAN: Shalat Tidak Akan Batal Karena Meninggalkannya Baik Karena Sengaja Maupun Karena Lupa.
- Mengangkat keduatangan sejajar dengan kedua pundak atau kedua telinga disertai dengan takbiratulihram pada saat rukuk, bangkit dari rukuk, dan saat berdiri dari tasyahud pertama. Hal ini didasarkan pada hadit Abdullah bin Umar (HR. Bukhari, Muslim), juga didasarkan pada hadits Malik bin Huwairits (HR. Bukhari, Muslim).
- Meletakkan tangan kanan di atas tangan kiri di atas dada. Yang demikian itu didasarkan pada hadits Wa’il (HR. Ibnu Khuzaimah), juga didasarkan pada hadits Sahal (HR. Bukhari).
- Memandang ke tempat sujud di dalam shalat. Hal itu didasarkan pada hadits sepuluh orang dari sahabat Nabi (HR. Al-Baihaqi, Al-Hakim).
- Membaca doa istiftah. Hal itu didasarkan pada hadits Abu Hurairah (HR. Bukhari, Muslim).
- Membaca Ta’awwudz (memohon perlindungan kepada Allah dari syaitan). Hal itu didasarkan pada ayat al-Qur’an dan juga hadits Abu Sa’id (HR. Abu Dawud, Tirmidzi).
- Membaca basmalah (bismillahirrahmanirrahim). Hal itu didasarkan pada hadits Anas (HR. Ahmad, An-Nasa’i).
- Mengucapkan: “Aamiin” setelah membaca al-Fatihah, yang diucapkan dengan suara keras pada shalat yang bacaannya dibaca jahr (keras) dan diucapkan pelan pada shalat yang bacaannya dibaca sirri (lirih/ lemah). Hal itu didasarkan pada hadits Abu Hurairah (HR. Bukhari, Muslim)
- Membaca satu surat al-Qur’an setelah membaca al-Fatihah pada dua rakaat pertama atau membaca surat al-Qur’an yang paling mudah. Hal itu didasarkan pada hadits Abu Qatadah (HR. Bukhari, Muslim).
- Membaca bacaan (al-Fatihah dan surat al-Qur’an) dengan jahr pada shalat yang bacaannya dibaca jahr. Hal itu didasarkan pada hadits pada hadits Jubair bin Muth’im (HR. Bukhari, Muslim), juga didasarkan pada hadits-hadits lainnya.
- Membaca bacaan (al-Fatihah dan surat al-Qur’an) dengan sirr (tidak terdengar) pada shalat yang bacaananya dibaca sirri. Hal itu didasarkan pada hadits Khabbab, dan bahwasanya mereka mengetahui bacaan Nabi pada shalat Zhuhur dan Ashar melalui gerakan janggut beliau (HR. Bukhari).
Penulis: KH. Sudirman, S.Ag.
(Tokoh Muhammadiyah dan Pembina Yayasan Tajdidul Iman)






















