Firman Allah Subhanahu Wa Ta’ala:
فَمَنْ يَكْفُرْ بِالطَّاغُوتِ وَيُؤْمِنْ بِاللَّهِ فَقَدِ اسْتَمْسَكَ بِالْعُرْوَةِ الْوُثْقَى لَا انْفِصَامَ لَهَا وَاللَّهُ سَمِيعٌ عَلِيمٌ (256)…
… Barangsiapa yang ingkar kepada Thaghut dan beriman kepada Allah, Maka Sesungguhnya ia telah berpegang kepada buhul tali yang Amat kuat yang tidak akan putus. dan Allah Maha mendengar lagi Maha mengetahui. (QS. Al-Baqarah[2]: 256)
أَلَمْ تَرَ إِلَى الَّذِينَ أُوتُوا نَصِيبًا مِنَ الْكِتَابِ يُؤْمِنُونَ بِالْجِبْتِ وَالطَّاغُوتِ … (51)
Apakah kamu tidak memperhatikan orang-orang yang diberi bahagian dari Al kitab? mereka percaya kepada jibt dan thaghut… (QS. An-Nisa[4]: 51)
APA DAN SIAPA THAGHUT ITU???
Bagian 6
TUKANG SIHIR
1. Tukang sihir adalah thaghut. Karena ia mengklaim mampu mempengaruhi berbagai hal. Ia mengaku menimpakan bahaya kepada siapa saja yang dikehendakinya. Dan mengaku mampu menghilangkan bahaya dari siapa saja yang dikehendakinya. Padahal ini termasuk kekhususan Allah Ta’ala yang paling istimewa sebagaimana sudah dijelaskan di depan.
2. Sihir terbukti merupakan perbuatan yang diharamkan oleh syara’. Pelakunya akan masuk nerka. Meyakini kehalalannya berarti kufur. Banyak sekali ayat dan hadits yang menunjukkan keharamannya. Dalam ayat surat al-Baqarah, ketika menjelaskan tentang kaum Yahudi, Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman
وَاتَّبَعُوا مَا تَتْلُو الشَّيَاطِينُ عَلَى مُلْكِ سُلَيْمَانَ وَمَا كَفَرَ سُلَيْمَانُ وَلَكِنَّ الشَّيَاطِينَ كَفَرُوا يُعَلِّمُونَ النَّاسَ السِّحْرَ وَمَا أُنْزِلَ عَلَى الْمَلَكَيْنِ بِبَابِلَ هَارُوتَ وَمَارُوتَ وَمَا يُعَلِّمَانِ مِنْ أَحَدٍ حَتَّى يَقُولَا إِنَّمَا نَحْنُ فِتْنَةٌ فَلَا تَكْفُرْ فَيَتَعَلَّمُونَ مِنْهُمَا مَا يُفَرِّقُونَ بِهِ بَيْنَ الْمَرْءِ وَزَوْجِهِ وَمَا هُمْ بِضَارِّينَ بِهِ مِنْ أَحَدٍ إِلَّا بِإِذْنِ اللَّهِ وَيَتَعَلَّمُونَ مَا يَضُرُّهُمْ وَلَا يَنْفَعُهُمْ وَلَقَدْ عَلِمُوا لَمَنِ اشْتَرَاهُ مَا لَهُ فِي الْآخِرَةِ مِنْ خَلَاقٍ وَلَبِئْسَ مَا شَرَوْا بِهِ أَنْفُسَهُمْ لَوْ كَانُوا يَعْلَمُونَ (102)
Dan mereka mengikuti apa yang dibaca oleh syaitan-syaitan pada masa kerajaan Sulaiman (dan mereka mengatakan bahwa Sulaiman itu mengerjakan sihir), Padahal Sulaiman tidak kafir (tidak mengerjakan sihir), hanya syaitan-syaitan lah yang kafir (mengerjakan sihir). mereka mengajarkan sihir kepada manusia dan apa yang diturunkan kepada dua orang malaikat di negeri Babil Yaitu Harut dan Marut, sedang keduanya tidak mengajarkan (sesuatu) kepada seorangpun sebelum mengatakan: “Sesungguhnya Kami hanya cobaan (bagimu), sebab itu janganlah kamu kafir”. Maka mereka mempelajari dari kedua Malaikat itu apa yang dengan sihir itu, mereka dapat menceraikan antara seorang (suami) dengan isterinya. dan mereka itu (ahli sihir) tidak memberi mudharat dengan sihirnya kepada seorangpun, kecuali dengan izin Allah. dan mereka mempelajari sesuatu yang tidak memberi mudharat kepadanya dan tidak memberi manfaat. Demi, Sesungguhnya mereka telah meyakini bahwa Barangsiapa yang menukarnya (kitab Allah) dengan sihir itu, Tiadalah baginya Keuntungan di akhirat, dan Amat jahatlah perbuatan mereka menjual dirinya dengan sihir, kalau mereka mengetahui. (QS. Al-Baqarah[2]: 102)
3. Perbedaan sihir, karomah, dan mukjizat yaitu:
Al-Maziri mengatakan. “Sihir itu terjadi melalui suatu upaya, baik melalui perkataan maupun perbuatan, sehinggaseorang penyihir berhasil melakukan apa yang dikehendakinya. Karomah tidak membutuhkan hal itu, tapi biasanya hal itu terjadi secara tiba-tiba tanpa rencana, secara kebetulan saja. Sedangkan mukhjizat hampir sama dengan karomah, akan tetapi lebih istimewa lagi karena berisi tantangan (tahadda).”
Imamul Haramain mengutip adanya ijmak bahwa sihir itu hanya berasal dari orang fasik, sedangkan karomah tidak akan muncul dari orang fasik. An-Nawawi juga mengutip hal yang sama dalam Ziyadatur Raudhah’anil Mutawalli.
Jika hal itu berasal dari orang yang berpegang kepadasyariat dan menjauhi hal-hal yang merusak agama-Nya, maka kejadian luar biasa yang muncul darinya adalah karomah, jika tidak, maka itu adalah sihir yang merupakan hasil bantuan setan.
Penulis: KH. Sudirman, S.Ag.
(Tokoh Muhammadiyah dan Pembina Yayasan Tajdidul Iman)






















