Firman Allah Subhanahu wa Ta’ala:
إِنَّ رَبَّكُمُ اللَّهُ الَّذِي خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ فِي سِتَّةِ أَيَّامٍ ثُمَّ اسْتَوَى عَلَى الْعَرْشِ يُغْشِي اللَّيْلَ النَّهَارَ يَطْلُبُهُ حَثِيثًا وَالشَّمْسَ وَالْقَمَرَ وَالنُّجُومَ مُسَخَّرَاتٍ بِأَمْرِهِ أَلَا لَهُ الْخَلْقُ وَالْأَمْرُ تَبَارَكَ اللَّهُ رَبُّ الْعَالَمِينَ (54)
Sesungguhnya Tuhan kamu ialah Allah yang telah menciptakan langit dan bumi dalam enam masa, lalu Dia bersemayam di atas ‘Arsy. Dia menutupkan malam kepada siang yang mengikutinya dengan cepat, dan (diciptakan-Nya pula) matahari, bulan dan bintang-bintang (masing-masing) tunduk kepada perintah-Nya. Ingatlah, menciptakan dan memerintah hanyalah hak Allah. Maha suci Allah, Tuhan semesta alam. (QS. Al-A’raf[7]: 54)
Faidah-faidah Ayat di Atas:
- Segala penciptaan hanya pada Allah Ta’ala, tidak ada pencipta makhluk selain Allah Ta’ala, maka tidak ada yang berhak memerintah atau melarang selain Allah. (Aisar at-Tafaasir li al-Kalaami al-Aliyyi al-Kabiir — Syaikh Abu Bakar Jabir al-Jazairi)
- Allah Subhanahu wa Ta’ala menetapkan bahwa Dia-lah satu-satunya Rabb yang berhak diibadahi, tidak ada sekutu baginya. Karena Dia-lah yang dapat menciptakan langit dan bumi, tak satupun yang dapat melakukannya selain Dia. Dia bersemayam di atas arsy yang luasnya mencakup luasnya langit dan bumi, Dia-lah yang menguasai kerajaan-Nya, Dia-lah satu-satunya yang mengatur makhluk-Nya, Dia-lah Rabb yang mengendalikan malam dan siang, Dia-lah sesembahan yang benar, pengatur mutlak matahari, bulan dan bintang-bintang. Hanya tunduk kepada-Nya seluruh penciptaan, kepemilikan, kekuasaan, keagungan, kekuatan, kecanggihan, hanya mutlak untuk-Nya, maka wajar di bawah Dzat-Nya, sifat-Nya, perbuatan-Nya dan perintah semua milik-Nya. (Taisir al-karim ar-Rahman Fi Tafsir Kalam al-Manan — Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa’di)
- Allah Subhanahu wa Ta’ala memberitahukan bahwa Dia adalah Dzat yang telah menciptakan ala mini, langit dan bumi dan juga seisinya dalam 6 hari. Dia-lah yang menundukka dan mengendalikan isi langit dan bumi tersebut. (Lubaabut Tafsir Min Ibni Katsiir — Ibnu Katsir)
- Allah Subhanahu wa Ta’ala berbicara kepada seluruh umat manusia bahwa Tuhanmu adalah Esa yaitu yang telah menciptakan langit dan bumi selama enam masa serta yang mengendalikan urusan bumi dan langit, maka dengan memperhatikan hal tersebut wajib kalian menyembah Allah semata-mata karena tidak ada yang dapat melakukan penciptaan selain-Nya, maka seluruh hak ibadah juga mutlak untuk-Nya. (Tafsir al-Maraghi — Syaikh Ahmad Musthafa al-Maraghi)
- Penjelasan bahwa hanya Allah saja yang memiliki kemampuan untuk menciptakan alam semesta, maka hanya Dia pulalah yang harus disembah tidaj ada yang lain yang berhak. Segala sesuatu di sisi-Nya memiliki batasan waktu tertentu, maka Allah-pun menjelaskan bahwa Dia yang menciptakan langit dan bumi dalam 6 masa bukan berarti bahwa Allah tidak bisa menciptakannya dalam sekejap tetapi Allah menginginkan untuk memberitahukan kepada kita semua bahwa harus bersikap tenang dalam menyelesaikan segala persoalan. (Tafsir al-Qurthubi — Syaikh Imam al-Qurthubi)
Penulis: KH. Sudirman, S.Ag.
(Tokoh Muhammadiyah dan Pembina Yayasan Tajdidul Iman)






















