Firman Allah Subhanahu wa Ta’ala:
إِنَّ اللَّهَ اشْتَرَى مِنَ الْمُؤْمِنِينَ أَنْفُسَهُمْ وَأَمْوَالَهُمْ بِأَنَّ لَهُمُ الْجَنَّةَ يُقَاتِلُونَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ فَيَقْتُلُونَ وَيُقْتَلُونَ وَعْدًا عَلَيْهِ حَقًّا فِي التَّوْرَاةِ وَالْإِنْجِيلِ وَالْقُرْآنِ وَمَنْ أَوْفَى بِعَهْدِهِ مِنَ اللَّهِ فَاسْتَبْشِرُوا بِبَيْعِكُمُ الَّذِي بَايَعْتُمْ بِهِ وَذَلِكَ هُوَ الْفَوْزُ الْعَظِيمُ (111)
Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang mukmin diri dan harta mereka dengan memberikan surga untuk mereka. mereka berperang pada jalan Allah; lalu mereka membunuh atau terbunuh. (Itu telah menjadi) janji yang benar dari Allah di dalam Taurat, Injil dan Al Quran. dan siapakah yang lebih menepati janjinya (selain) daripada Allah? Maka bergembiralah dengan jual beli yang telah kamu lakukan itu, dan Itulah kemenangan yang besar. (QS. At-Taubah[9]: 111)
Petunjuk-petunjuk ayat di atas:
- Jika ingin mengetahui nilai atau kadar sebuah transaksi maka lihatlah siapa yang kita temani bertransaksi. Ternyata dalam ayat di atas orang mukmin (yang sudah bersyahadat dengan benar) melakukan transaksi dengan Allah sebagai Dzat Yang Maha Mulia. Sedangkan nilai transaksinya atau harga yang dibayarkan oleh Allah kepada orang yang sudah bersyahadat adalah Surga yang penuh dengan kenikmatan. (Taisir al-Karim ar-Rahmah Fi Tafsir Kalam al-Manan — Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa’di)
- Begitu mulia-Nya Allah Subhanahu wa Ta’ala, Dia-lah yang telah memberikan harta dan nyawa pada diri kita tetapi begitu kita menggunakan dua nikmat yang sangat besar itu Allah Subhanahu wa Ta’ala justru membeli dengan sangat mahal yaitu Surga. (Simpulan dari kitab Aisar at-Tafaasir li al-Kalaami al-Aliyyi al-Kabiir — Syaikh Abu Bakar Jabir al-Jazairi)
- Allah Subhanahu wa Ta’ala memberi tahu, bahwa Allah akan memberikan ganti atas diri dan harta benda hamba-hamba-Nya yang beriman, karena mereka telah rela mengorbankannya di jalan Allah, digantinya dengan Surga. Yang demikian itu merupakan karunia, kemuliaan dan kebaikan-Nya. Allah berikan ganti yang lebih baik kepada hamba-hamba-Nya yang taat kepada-Nya dari apa yang mereka berikan. Oleh karena itu, al-Hasan al-Bashri dan Qatadah mengatakan “Sesungguhnya Allah telah membeli mereka. Demi Allah, harga mereka menjadi sangat mahal.” (Lubaabut Tafsir Min Ibni Katsiir — Ibnu Katsir)
- Dalam ayat di atas terjadi transaksi jual beli, pembelinya adalah Allah, penjualnya adalah orang beriman (yang memelihara syahadatnya) dan harga perdagangannya adalah Surga sedangkan yang diperjualbelikan adalah harta dan nyawanya. Inilah kemuliaan orang bersyahadat, seluruh waktu, pikiran, tenaga, dan hartanya memiliki nilai jual yang sangat mahal karena pengaruh syahadat. (Tafsir Fi Zhilalil Qur’an — Sayyid Quthb)
- Bisnis yang paling mengagungkan yaitu pelakunya adalah orang-orang beriman (modal utamanya syahadat) yang ditemani berbisnis adalah Dzat Yang Maha Mulia maka pasti bisnis yang bukan bernilai kecil atau rendah, objek bisnisnya adalah jiwa dan harta sementara nilai atau harga bisnis tersebut sebuah istana yang sangat mahal belum pernah dilihat oleh mata, tak terdengar oleh telinga dan tak pernah terbetik dalam hati manusia dan paling istimewa lagi dokument bisnis itu dicatat pada dokumen resmi tiga kitab paling mulia yaitu, Taurat, Injil dan Al-Qur’an. Laba (keuntungannya) dijamin besar dan tidak ada kepalsuan di dalamnya. (SimpulanTafsir al-Maraghi — Syaikh Ahmad Musthafa al-Maraghi)
Penulis: KH. Sudirman, S.Ag.
(Tokoh Muhammadiyah dan Pembina Yayasan Tajdidul Iman)






















