Sebagian ulama memberikan isyarat kepada kedudukan tawakkal dari berbagai amalan hati yang merupakan pokok imam. Ada juga yang memberikan isyarat kepada kedudukan tawakkal dari ibadah dengan pengertiannya yang paling luas. Diantaranya:
- Hadits yang diriwayatkan oleh al-Baihaqi dengan Isnad dari Ibnu Abbas, ia berkata, “Tawakkal adalah sesuatu yang paling mencakup iman.”
- Ibnu Abi Syaibah meriwayatkan dengan isnad hingga sampai kepada Sa’id bin Jubair, sedemikian itu pula.
- Ibnu Abi Hatim mentakhrij dari jalur yang lain dari Sa’id bin Jubair, ia berkat, “Tawakkal kepada Allah adalah separuh dari Iman.”
- Al-Baihaqi meriwayatkan dengan isnadnya hingga kepada Sahl bin Abdullah, ia berkata, “Barangsiapa mencaci suatu pekerjaan, maka ia telah mencaci sunnah, dan barangsiapa mencaci tawakkal, maka ia telah mencaci iman.”
- Imam Ahmad berkata, “Tawakkal adalah perbuatan hati.”
- Al-Junaid bin Muhammad berkata, “Tauhid adalah ucapan hati dan tawakkal adalah amal hati.”
- Al-Baihaqi meriwayatkan dengan isnadnya hingga ke Fudhail bin Iyadh, ia berkata, “Tawakkal adalah pengikat ibadah.”
Penulis: KH. Sudirman, S.Ag.
(Tokoh Muhammadiyah dan Pembina Yayasan Tajdidul Iman)






















