16. Cinta itu takkan tampak dengan kata, tapi terbukti dengan tindakan. Maka prilaku nyata lebih besar pengaruhnya terhadap cinta ketimbang kata yang berbunga-bunga. Besar nian perbedaan antara orang yang mengatakan, “Saya mencintaimu” tanpa membuktikannya, dibanding orang yang diam seribu bahasa namun membuktikannya secara nyata. Kesaksian cinta yang tak perrnah dusta adalah tindakan nyata, sedang kesaksian cinta melalui kata-kata bisa menjadi suatu kebenaran atau kedustaan. (Thariqul-Hijratain)
17. Hal terbaik dalam kehidupan seorang pecinta adalah cinta Kekasihnya, dan perkara yang paling menyakitkan ketika terhalang cinta dari-Nya. (Madarijus Salikin)
18. Ciri-ciri pencinta sejati adalah berusaha mendapatkan cinta Kekasihnya dengan resiko dan pengorbanan. Rasulullah menyampaikan petunjuk kepada umat karena cinta beliau. Maka, siapa yang menyampaikan petunjuk dari Rasul pada umat, berarti telah mendapat cinta-Nya dan menjadi orang terdekat dengan Nabi. Inilah sebagian keutamaan orang berilmu. (Miftahu Daris-Sa’adah)
19. Bukti cinta sejati berusaha untuk meraih kerelaan Kekasihnya walaupun dengan beragam rintangan. (Madarijus Salikin)
20. Hidup dalam kerinduan amat meresahkan dan hanya terobati dengan kasih sayang. Saat berjumpa dengan Buah Hati, hilanglah segala resah. Karena mendapatkan kesenangan ketika dekat dan selalu bersama Allah, maka hamba takkan lagi tergantung kepada siapa pun. Maka carilah cinta sahabat yang seperti ini. Jika belum juga mendapatkannya, jauhkanlah dirimu dari semua manusia. (Madarijus Salikin)
Penulis: KH. Sudirman, S.Ag.
(Tokoh Muhammadiyah dan Pembina Yayasan Tajdidul Iman)






















