Al-Qaulul Mufid ala Kitaabit Tauhid Karya Syaikh Shalih al-Utsaimin
Hadits Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam:
خَوْلَةَ بِنْتُ حَكِيمٍ السُّلَمِيَّةَ تَقُولُ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ مَنْ نَزَلَ مَنْزِلًا ثُمَّ قَالَ أَعُوذُ بِكَلِمَاتِ اللَّهِ التَّامَّاتِ مِنْ شَرِّ مَا خَلَقَ لَمْ يَضُرَّهُ شَيْءٌ حَتَّى يَرْتَحِلَ مِنْ مَنْزِلِهِ ذَلِكَ
Khaulah bintu Hakim As Sulamiyyah berkata; aku mendengar Rasululullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Barang siapa yang singgah pada suatu tempat kemudian dia berdo’a: ‘A’AUUDZU BI KALIMAATILLAHIT TAAMMAH MIN SYARRI MAA KHALAQ (Aku berlindung dengan kalimat Allah yang sempurna dari kejelekan apa saja yang Dia ciptakan), ‘ niscaya tidak akan ada yang membahayakannya hingga di pergi dari tempat itu.” (HR. Muslim)
Faidah-faidah Hadits di Atas:
- Makhluk Allah di lihat dari ada tidaknya keburukan dapat dibagi menjadi tiga golongan, yaitu: Murni keburukan, murni kebaikan, dan ada kebaikan dan keburukan.
- Makhluk yang murni keburukan saja, seperti: Neraka dan iblis, dari segi keberadaannya atau penciptaannya memang hanya keburukan tetapi jika dilihat dari sisi hikmah, penciptaan kedua makhluk tersebut justru ada hikmah yang sangat besar maka itulah jalan kebaikan.
- Makhluk murni kebaikan seperti: Surga, para rasul dan para malaikat.
- Makhluk yang terdiri dari kebaikan dan keburukan, seperti manusia pada umumnya, makhluk jin, hewan dan tumbuhan.
- Berdasarkan hadits di atas bahwa kalimat Allah termasuk sifat-Nya bukan makhluk karena memohon perlindungan kepada makhluk tidak dibolehkan.
Penulis: KH. Sudirman, S.Ag.
(Tokoh Muhammadiyah dan Pembina Yayasan Tajdidul Iman)






















