Fathul Majid Syarah Kitabut Tauhid Karya Syaik Abdurrahman bin Hasan Alu Asy-Syaikh
Hadits Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam:
خَوْلَةَ بِنْتُ حَكِيمٍ السُّلَمِيَّةَ تَقُولُ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ مَنْ نَزَلَ مَنْزِلًا ثُمَّ قَالَ أَعُوذُ بِكَلِمَاتِ اللَّهِ التَّامَّاتِ مِنْ شَرِّ مَا خَلَقَ لَمْ يَضُرَّهُ شَيْءٌ حَتَّى يَرْتَحِلَ مِنْ مَنْزِلِهِ ذَلِكَ
Khaulah bintu Hakim As Sulamiyyah berkata; aku mendengar Rasululullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Barang siapa yang singgah pada suatu tempat kemudian dia berdo’a: ‘A’AUUDZU BI KALIMAATILLAHIT TAAMMAH MIN SYARRI MAA KHALAQ (Aku berlindung dengan kalimat Allah yang sempurna dari kejelekan apa saja yang Dia ciptakan), ‘ niscaya tidak akan ada yang membahayakannya hingga di pergi dari tempat itu.” (HR. Muslim)
Faidah-faidah Hadits di Atas:
- Nabi mensyariatkan kaum muslimin agar beristi’adzah kepada Allah (kalimat-kalimat-Nya) sebagai ganti dari apa yang dilakukan oleh orang jahiliyah yang beristi’adzah kepada jin.
- Kalimat Allah yang sempurna maksudnya kalimat Allah yang tidak memiliki kekurangan dan aib sebagaimana layaknya ucapan manusia. Dan adapula yang berpendapat kaliamat sempurna maksudnya kalimat yang menyembuhkan dan mencukupi bahkan ada yang berpendapat kalimat yang sempurna di sini adalah al-Qur’an. (al-Qurthubi)
- Doa di atas merupakan bimbingan untuk menangjis sesuatu yang mengganggu.
- Syaikhul Islam berkata tidak dibolehkan berlindung kepada makhluk berarti kalimat Allah di atas (al-Qur’an) bukan makhluk.
Penulis: KH. Sudirman, S.Ag.
(Tokoh Muhammadiyah dan Pembina Yayasan Tajdidul Iman)






















