Kitab Tafsir al-Qur’anul Azhim Karya Imam Ibnu Katsir
Firman Allah Subhanahu Wa Ta’ala:
قُلْ إِنَّ صَلَاتِي وَنُسُكِي وَمَحْيَايَ وَمَمَاتِي لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ (162)
Katakanlah: Sesungguhnya shalatku, ibadahku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam. (QS. Al-An’an[6]: 162)
Faidah-faidah Ayat di Atas:
- Allah Subhanahu Wa Ta’ala memerintahkan Rasulullah agar memberitahukan kepada orang-orang musyrik yang menyembah kepada selain Allah dan MENYEMBELIH dengan menyebut selain nama-Nya, bahwa dalam hal itu beliau berseberangan dengan mereka karena sesungguhnya shalatnya untuk Allah dan SEMBELIHANNYA adalah atas nama-Nya saja yang tiada sekutu bagi-Nya.
- Serahkanlah dengan tulus ikhlas kepada Allah shalat dan PENYEMBELIHAN!!! Karena orang-orang musyrik itu menyembah berhala dan sering MENYEMBELIH untuk para berhala mereka maka Allah Subhanahu Wa Ta’ala memerintahkan untuk menyelisihi mereka.
- Adapun maksud إِنَّ صَلَاتِي وَنُسُكِي (sesungguhnya shalatku dan ibadahku), Mujahid berkata, “Kata Nusuk berarti PENYEMBELIHAN hewan pada saat menjalankan ibadah haji dan umrah.”
- Adapun maksud إِنَّ صَلَاتِي وَنُسُكِي (sesungguhnya shalatku dan ibadahku). Menurut ats-Tsauri Nusukiy berarti SEMBELIHANKU.”
Catatan:
Salah satu bagian yang tidak terpisahkan dari Tauhid Uluhiyah (Tauhid Ibadah) yaitu penyembelihan. Maka pada ayat di atas penyembelihan dirangkaikan dengan ibadah yang lain seperti shalat dan lain-lain. Menyerahkan sembelihan yang sifatnya ibadah selain kepada Allah termasuk kemusyrikan atau penyelewengan terbesar dari ibadah kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala.
Penulis: KH. Sudirman, S.Ag.
(Tokoh Muhammadiyah dan Pembina Yayasan Tajdidul Iman)






















