Kitab Taisiril Karim ar-Rahman fii Tafsiril Kalam al-Manan Karya Syaikh Abdurrahman bin Nashir As-Sa’di
Firman Allah Subhanahu Wa Ta’ala:
قُلْ إِنَّ صَلَاتِي وَنُسُكِي وَمَحْيَايَ وَمَمَاتِي لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ (162)
Katakanlah: Sesungguhnya shalatku, ibadahku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam. (QS. Al-An’an[6]: 162)
Faidah-faidah Ayat di Atas:
- Allah Subhanahu Wa Ta’ala memerintahkan Nabi-Nya agar berkata dan mengumumkan sesuatu yang mengandung akidah-akidah yang berguna, amal shaleh dan sekaligus pengumuman tentang pantangannya.
- Kemudian Allah Subhanahu Wa Ta’ala memerintahkan lebih khusus dari perkara ibadah yang paling mulia yaitu shalat dan SEMBELIHAN.
- Kedua ibadah ini disebutkan secara khusus yakni shalat dan PENYEMBELIHAN karena keduanya merupakan petunjuk kecintaan kepada Allah, pengikhlasan ibadah untuk-Nya, jalan mendekatkan diri kepada-Nya dengan hati dan lisan serta anggota badan.
- Dengan penyembelihan merupakan pengorbanan harta yang dicintai oleh jiwa demi yang lebih dia cintai yaitu Allah.
- Barangsiapa yang ikhlas dalam shalat dan penyembelihannya maka dia akan muda ikhlas pada amalan-amalannya yang lain.
Catatan:
PENYEMBELIHAN merupakan inti dari Tauhid Uluhiyah (Tauhid Ibadah) yang tidak boleh diselewengkan atau dipalingkan selain kepada Allah. MENYEMBELIH yang sifatnya ibadah lalu ditujukan kepada selain Allah termasuk merusak total syahadat dan amalan-amalannya yang lain. Karena itu hati-hati di dalam ibadah PENYEMBELIHAN
Penulis: KH. Sudirman, S.Ag.
(Tokoh Muhammadiyah dan Pembina Yayasan Tajdidul Iman)






















